Eliza Van Zuylen, Sang Maestro Batik Indo Eropa

Siapa yang tidak tahu tentang Batik ?? salah satu produk kerajinan Indonesia yang mendunia. Menurut Wikipedia kata “batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: “amba”, yang bermakna “menulis” dan “titik” yang bermakna titik. Di Indonesia ada berbagai macam motif Batik yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda disetiap daerah. Salah satu motif yang mungkin kita ketahui adalah Motif Mega Mendung dari Cirebon, Motif Parang dari Solo hingga Motif Jlamprang dari Pekalongan. Berbagai motif disetiap daerah biasanya mencirikan kondisi daerahnya sehingga setiap motif memiliki filosofis masing-masing. Jika kita tahu adapula motif Batik yang dipengaruhi oleh budaya dari luar. seperti Motif Batik Jawa Hokokai yang merupakan pengaruh dari Jepang, Motif Encim dari Tionghoa serta Motif Buketan dari pengaruh Eropa.

Motif-motif Batik pengaruh dari luar dibawa oleh orang-orang pendatang ketika menginjakkan kaki di nusantara. Seperti kita ketahui bahwa masa penjajahan Jepang pengaruh motif batik disesuaikan dengan budaya jepang salah satunya adalah bunga sakura yang ada di motif batik Jawa Hokokai. Begitupula ketika masa penjajahan belanda motif Buketan menjadi motif khas para ekspatriat pada masa itu yang disesuaikan dengan motif lokal. Batik Indo Eropa mulai berkembang antara tahun 1840 – 1940 di Pekalongan hingga akhirnya menjadi pasar batik di tingkat nasional ataupun internasional.

Ada beberapa pengrajin Batik Eropa pada saat itu seperti en Matzelar , Simonet, Eliza Van Zuylen  AJF Jans. Eliza van Zuylen adalah salah satu maestro Batik Indo Eropa yang cukup menarik perhatian saya. Eliza van Zuylen merupakan warga negara Belanda yang hidup antara tahun 1863 – 1947. Eliza Van Zuylen mempunyai nama asli Eliza Charlotta Niessen, beliau menetap di Pekalongan karena suaminya Alphons Van Zuylen merupakan seorang Pejabat Penilik dari Belanda yang ditugaskan di Pekalongan pada saat itu.

Foto Eliza Van Zuylen beserta keluarga besarnya
Foto Eliza Van Zuylen beserta keluarga besarnya

Menarik bagi saya untuk lebih mengetahui tentang batik, terutama Batik Indo Eropa. Karya Eliza Van Zuylen merupakan salah satu karya yang dicari pada saat itu sampai saat ini. Motif yang dikembangkan Eliza Van Zuylen adalah motif buketan bunga, karya beliau banyak dikenal dengan sebutan Van Zuylen Bouquet. Entah kenapa Batik karya Eliza Van Zuylen merupakan Batik yang sampai saat ini masih dicari, Rasa penasaran saya pun muncul, kira-kira apa yang menjadi keunggulan dari Batik karya Eliza Van Zuylen. Saya berupaya untuk mencari di berbagai situs web serta referensi-referensi lainnya. Kebetulan saya Orang Pekalongan, tentunya saya juga sangat ingin tahu seberapa besar pengaruh Eliza Van Zuylen pada saat itu di Pekalongan.

Gayung bersambut, Pekalongan memiliki Museum Batik yang menyimpan berbagai macam koleksi Batik di seluruh Nusantara. Museum Batik  diresmikan pada tahun 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertepatan dengan diakuinya Batik sebagai warisan budaya tak benda oleh Unesco di Kota Pekalongan. Dan ternyata di Museum Batik menyimpan koleksi karya Eliza Van Zuylen.

Museum Batik Indonesia di Kota Pekalongan
Museum Batik Indonesia di Kota Pekalongan

Langkah saya terhenti ketika melihat salah satu kain sarung karya Eliza Van Zuylen disalah satu ruang pamer di Museum Batik Indonesia, Pekalongan. Jiwa ini terasa takjub, matapun tak dapat berkedip melihat sebuah karya yang begitu luar biasa. Benar saja motif yang saya lihat ini merupakan motif buketan dengan gambar bunga-bunga serta dikombinasikan dengan gambar burung. Ini hanya satu dari berbagai koleksi yang saya lihat, namun keindahan karya ini seakan tidak mampu saya ungkapkan dalam kata. Sungguh sebuah karya yang luar biasa dari seorang Eliza Van Zuylen.

Ruang Pamer Batik Indo Eropa di Museum Batik
Ruang Pamer Batik Indo Eropa di Museum Batik
Koleksi Kain Batik Karya Eliza Van Zuylen
Koleksi Kain Batik Karya Eliza Van Zuylen

Ada satu hal yang mencirikan Batik karya Eliza Van Zuylen, yaitu adanya tanda tangan dengan menggunakan tinta emas. Batik karya  Eliza van Zuylen pada saat itu diakui sebagai puncak karya cipta pengusaha batik Belanda. Batik karya Eliza van Zuylen memiliki tingkat kerumitan dalam hal ragam hias yang sangat detail serta keanekaragaman warna yang cukup banyak.

Salah satu Tanda Pada Kain Batik terdapat tulisan tangan Eliza Van Zuylen
Salah satu Tanda Pada Kain Batik terdapat tulisan tangan Eliza Van Zuylen

Seakan ingin tahu lebih lanjut mengenai Eliza Van Zuylen, saya mencoba mencari referensi di perpustakaan Museum Batik. Saya sangat terbantu sekali ternyata di Museum tidak hanya menampilkan koleksi batik namun juga ada perpustakaan yang menyimpan berbagai koleksi buku mengenai batik.

Berbagai Macam Koleksi Buku Mengenai Batik Di Perpustakaan Museum Batik Indonesia, Pekalongan
Berbagai Macam Koleksi Buku Mengenai Batik Di Perpustakaan Museum Batik Indonesia, Pekalongan

Dengan dibantu seorang guide, mas Fajar namanya beliau memberikan kepada saya mengenai Buku Batik Belanda karya Harmen C Veldhuisen, dimana salah satu isi dari buku tersebut mengulas mengenai Eliza Van Zuylen. Benar saja jika karya Eliza Van Zuylen merupakan karya yang begitu indah, kreatifitas Eliza Van Zuylen dalam memproduksi batik seakan tidak pernah berhenti pada saat itu. Eliza van Zuylen melakukan berbagai pengembangan motif dengan mengakulturasi berbagai unsur  budaya seperti Arab dan Tionghoa. Pada saat itu di Pekalongan etnis Arab dan Tionghoa cukup banyak berdatangan dengan membawa keragaman budaya masing-masing. Keberagaman unsur kebudayaan tionghoa terlihat pada munculnya corak teratai, burung merak.

Buku Batik Belanda Karya Harmen C Veldhuisen
Buku Batik Belanda Karya Harmen C Veldhuisen
Berbagai macam motif batik karya Eliza Van Zuylen terdokumentasikan di Buku Batik Belanda Karya Harmen C Veldhuisen
Berbagai macam motif batik karya Eliza Van Zuylen terdokumentasikan di Buku Batik Belanda Karya Harmen C Veldhuisen

Rasa penasaran saya tidak hanya berhenti pada sebuah kain karya Eliza van Zuylen, namun saya juga ingin mengetahui seberapa besar peran Eliza van Zuylen  pada saat itu di Pekalongan. Kali ini saya mencoba menggali dari seorang Pegiat Sejarah di Kota Pekalongan, beliau adalah Bapak @Arif_Dirhamzah. Dari beliau saya mendapat cerita bahwa Eliza van Zuylen dulu merupakan salah satu warga belanda yang mempunyai pengaruh dalam dunia perbatikan. Eliza van Zuylen memproduksi batik di rumahnya didaerah Bugisan yang kemudian berpindah ke Herenstraat  yang merupakan jalan ibukota pada waktu itu, saat ini kawasan Herenstraat sudah berubah menjadi kawasan perdagangan dan perkantoran, sehingga sangat susah untuk mencari jejak Eliza van Zuylen.

“ Eliza Van Zuylen memulai usaha pada tahun 1890 dengan memperkerjakan tiga wanita pembatik sebagai tenaga kerja tetap. Pada tahun 1904 pekarangan rumahnya di Bugisan sudah menjadi terlalu sempit untuk menampung jumlah pembatik yang semakin bertambah. Rumah tempat tinggal juga sudah terlalu kecil untuk keluarganya. Berkat penghasilan yang diperolehnya Eliza Van Zuylen berpindah ke Herenstraat “(Kutipan Buku Batik Belanda Karya Harmen C Veldhuisen)

Dari Bapak @Arif_Dirhamzah saya ditunjukkan bahwa Eliza van Zuylen Eliza meninggal pada masa Agresi militer Belanda kedua tahun 1947 di di sebuah biara di daerah Wonopringgo. Beliau di makamkan di Kerkoof Pekalongan, sebuah makam yang dikhususkan untuk orang-orang belanda pada saat itu.

Foto bersama Bapak @Arif_Dirhamzah (Berpeci Hitam)
Foto bersama Bapak @Arif_Dirhamzah (Berpeci Hitam) seorang pegiat sejarah pekalongan

Bersama Bapak @Arif_Dirhamzah saya diajak ke makam Kerkoff, dan ternyata disana pun kuburan sudah sebagian besar berubah menjadi kawasan permukiman, Saya tidak dapat melihat jejak makam dari Eliza van Zuylen, begitupula ketika kami mencoba bertanya ke masyarakat bahwa sudah tidak ada lagi data mengenai nama-nama yang dimakamkan disana. Sebuah fakta sejarah yang hilang ditelan waktu,

Eliza van Zuylen merupakan seorang maestro Batik yang patut untuk kita ketahui, berbagai karya beliau merupakan sebuah karya yang patut untuk dilestarikan. Tidak salah jika banyak orang yang bersedia mengeluarkan biaya besar untuk membeli karya dari Eliza van Zuylen. Jika kita lihat Eliza van Zuylen hanya memproduksi sebuah kain, namun dari kain itu ternyata mampu memberikan sebuah filosofis keberagaman.

” Ditangan Eliza Van Zuylen Keragaman Budaya menjadi sebuah Karya dalam

selembar Kain Batik”.

Eliza van Zuylen mampu mengkombinasikan unsur budaya Arab, Tionghoa dan Pribumi dalam sebuah kain batik. Tentunya ini menjadi pesan bagi kita agar dalam kehidupan di dunia senantiasa kita menjaga keberagaman tersebut, meskipun kita berbeda etnis, berbeda agama namun tidak menjadi jarak bagi kita untuk menjalin persaudaraan yang kuat.

Terimakasih Eliza Charlotta Niessen atau Eliza Van Zuylen, karyamu merupakan sebuah produk budaya yang mampu memberikan kontribusi besar dalam dunia perbatikan. Meski hanya dengan selembar kain, namun sangat berpengaruh dalam kondisi sosial masyarakat di Indonesia. Sebagai generasi penerus tentunya menjadi kewajiban bagi kita untuk terus melestarikan budaya bangsa dan tidak lupa akan sejarah bangsa kita. Sebuah perjalanan mencari wawasan sejarah mengenai sebuah kain batik karya Eliza Van Zuylen menambah pengetahuan bagi saya akan kekayaan Batik di Indonesia karena tidak hanya pengrajin batik dalam negeri saja namun ternyata ada pembatik luar negeri pada jaman dulu yang mempunyai pengaruh besar dalam perkembangan motif batik hingga saat ini.

Bagi kamu yang ingin melihat koleksi Batik karya Eliza Van Zuylen bisa dilihat di Museum Batik Indonesia di Kota Pekalongan yang berada di Kawasan Budaya Jetayu Kota Pekalongan.

Postingan ini diikutsertakan dalam kompetisi blog #KainDanPerjalanan yang diselenggarakan Wego

Ceritakan kisahmu mengenai kain pada lomba #KainDanPerjalanan Wego. Informasi lebih lanjut di Sini

SENSASI OUTBOND YANG BERBEDA DI PALAWI, BATURADEN

Baturaden, salah satu daerah yang berada di Purwokerto menyimpan potensi alam yang sangat indah, letaknya yang berada di kaki Gunung Slamet menjadi sebuah kawasan yang memiliki keindahan alam yang mampu dijadikan daya tarik wisata. Nama Baturaden tentu saja memiliki cerita sejarah, konon dulu merupakan percintaan antara seorang abdi dengan seorang putri adipati, karena kisah cintanya tidak direstui keduanya melarikan diri lalu menikah dan menetap disebuah desa, konon dari desa inilah kisah ini menjadi sebuah nama Baturaden yang diambil dari kata Batur yang artinya abdi dan keturunan Raden yang menunjukkan keturunan adipati.

Bagi kalangan masyarakat Jawa Tengah beberapa pasti sudah pernah mengunjungi Baturaden, namun bagi saya ini adalah kunjungan yang pertama sejak dari kecil. Cerita-cerita keindahan Baturaden senantiasa saya dapat dari beberapa teman dan kerabat, dan saya membuktikan sendiri betapa indahnya pesona alam di Baturaden.

Tidak banyak tempat di Baturaden yang saya kunjungi, namun ada beberapa tempat yang sangat saya rekomendasikan bagi anda yang suka dengan traveling dan outbond. Salah satu kawasan wisata outbond yang menarik dan wajib untuk dikunjungi adalah di Wana Wisata Palawi, Baturaden . Kita dapat menikmati hamparan keindahan pohon-pohon besar yang hijau, udara yang sejuk ketika pertama masuk ke kawasan tersebut. Sungguh keindahan yang membuat mata saya tidak berkedip menikmati setiap hembusan udara serta pemandangan yang indah. Untuk tarif masuk kita dikenakan biaya Rp.20.000 belum termasuk parkir.

Pintu Masuk Wana Wisata Pallawi
Pintu Masuk Wana Wisata Palawi, Baturaden

Kebetulan hari itu saya datang ke beserta rombongan dari Kota Pekalongan sehingga tiket tidak dibebankan, karena kami membayar sepenuhnya kepada biro tour untuk mengantar dan memberikan pelayanan wisata kepada kami ketika di Baturaden. Oiya, saya juga sangat merekomendasi bagi anda yang ingin menggunakan Jasa Biro Tour, di Baturaden ada beberapa biro yang bisa menjadi mitra perjalanan anda.

Di Palawi banyak berbagai macam wana wisata seperti : Camping Ground, Jungle Trekking, Flying Fox, Outbond, Tubbing, Curug, Kebun Bibit Tanaman, serta beberapa spesies kebun binatang mini.

Berbagai Macam Wisata Ada di Palawi, Baturaden
Berbagai Macam Wisata Ada di Palawi, Baturaden
Kebun Binatang Mini
Kebun Binatang Mini
Flying Fox
Flying Fox
Kebun Bibit Tanaman
Kebun Bibit Tanaman

Sungguh indah bukan wisata di Palawi, kita dapat melihat berbagai macam obyek wisata yang menarik perhatian kita. Namun, tidak hanya keindahan tersebut yang dapat kita nikmati karena di Palawi, Baturaden kita juga dapat melakukan kegiatan Outbond. Kegiatan outbond menjadi sarana bagi kita untuk dapat mengasah kekompakan dan kerjasama kepada teman atau rekan kita. Di Palawi seringkali menjadi sarana bagi sebuah kantor/instansi, akademi/sekolah untuk berkegiatan outbond, disamping memiliki alam yang indah namun juga adanya instruktur yang mampu memberikan motivasi, pelatihan dan semangat dalam setiap kegiatan outbond yang dilaksanakan. Kebetulan saya datang beserta rombongan ke Palawi salah satunya adalah untuk mengikuti kegiatan Outbond. berbagai macam permainan kami lakukan diantaranya adalah :

1. VOLLY AIR

Permainan Volly air
Permainan Volly air

Bermain volly air mengajarkan kekompakan agar dapat bersama-sama menangkap dan melempar balon yang diisi dengan air. Media tangkapnya menggunakan kain, dan kita dituntut untuk dapat bekerjasama dalam melempar atau menangkap bola.

2. TEBAK KATA

Permainan Tebak Kata
Permainan Tebak Kata

Dalam permainan tebak kata, kita dituntut untuk dapat menebak kata dengan dengan bahasa tubuh. Salah satu rekan kita akan bergaya untuk mempresentasikan sebuah kata benda atau kata kerja. Keriangan dan canda tawa begitu terasa karena permainan ini membuat kita mampu tertawa lepas sehingga segala kepenatan dalam pekerjaan bisa kita lupakan sejenak

3. MANDI SALJU

Permainan mandi salju menggambarkan kekompakan kita dalam tim, karena kita diharuskan untuk mengambil tepung dengan tangan lalu dioper kebelakang ke rekan tim tanpa menoleh kebelakang. Alhasil permainan ini membuat kita seakan mandi salju dengan menggunakan tepung. Dalam permainan ini saya tidak dapat mendokumentasikan karena tepung yang harus kita ambil membuat sekujur tubuh bertebaran dengan tepung 🙂 .

4. BAKIAK

Permainan Bakiak
Permainan Bakiak

Permainan ini seringkali dapat kita temui ketika lomba yang dilaksanakan pada hari kemerdekaan. Namun dalam outbond ini dimaksudkan untuk melatih kekompakan dan manajemen waktu, setiap berjalan menggunakan bakiak kita harus saling bersama-sama menyamakan waktu ketika mengambil kaki kanan ataupun kiri untuk melangkah.

5. PAINTBALL

Permainan Paintball
Permainan Paintball

Paintball menjadi kegiatan yang cukup menantang. Kita diharuskan berhadapan dengan regu lain dan saling menembak menggunakan senapan atau dalam paintball istilahnya adalah marker. Kegiatan paintball menjadi sarana kerjasama dan membangun teamwork agar dapat menghadapi segala rintangan atau hambatan bersama.

Tidak dapat dipungkiri bahwa outbond merupakan wisata khusus bagi anda yang disibukkan dengan pekerjaan atau bagi anda yang penat dengan kehidupan perkotaan, karena dengan outbond dapat membangun sebuah teamwork yang baik serta mampu meningkatkan kualitas kerja, mampu menjaga emosi, mampu tertawa lepas, serta yang paling penting adalah kita mampu bekerjasama satu sama lain dengan teman atau rekan kita.

Joged Bersama Para Trainer Outbond
Joged Bersama Para Trainer Outbond

Tentunya dalam kegiatan outbond kita harus didampingi oleh instruktur yang berpengalaman, dan di Baturaden kita dapat dengan mudah mengakses informasi di penginapan atau hotel mengenai biro perjalanan atau outbond training di Baturaden. Di Wana Wisata Palawi kita tidak hanya melakukan outbond namun keindahan alamnya menjadikan sensasi yang luar biasa, berbeda dengan tempat-tempat outbond yang lainnya. Perbedaan itu dapat kita rasakan ketika kita dimanjakan dengan hijaunya pohon-pohon, sejuknya udara, heningnya suara dari hiruk pikuk, serta indahnya kebun-kebun bibit tanaman.

Untuk menuju ke Wana Wisata Palawi dapat ditempuh dengan perjalanan darat dari Kota Purwokerto ke Palawi Baturaden kurang lebih selama 30 menit

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jateng Periode 5 dengan tema “Wisata Minat Khusus”

blog minat khusus

Cimpring dan Keripik Andil, Khazanah Jajanan Tradisional yang (tak) Terlupakan di Desa Candiareng

Nama Cimpring dan Keripik Andil mungkin tidak banyak masyarakat mengetahui, namun untuk masyarakat pekaongan, batang dan sekitarnya pasti mengetahuinya. Cimpring merupakan jajanan /snack tradisional yang menggunakan singkong sebagai bahan dasar. Dulu waktu kecil orangtua saya senang sekail dengan jajanan ini, bahkan menjadi menu wajib untuk teman nge teh atau ngopi.

Memang sekarang keberadaan jajanan ini cukup sulit untuk didapat kecuali jika kita mau menjelajah ke pasar-pasar tradisional. Sudah banyak jajanan yang lebih modern yang akhirnya membuat jajanan dan Keripik Andil ini tidak banyak juga diketahui oleh remaja atau anak-anak muda jaman sekarang. Padahal cimpring dan Keripik Andil bagi saya merupakan jajanan yang enak, gurih, serta cukup renyah.

Kebetulan waktu itu saya sedang jalan-jalan disekitar Desa Candiareng Kabupaten Batang. Saya diajak oleh teman untuk melihat proses produksi Cimpring dan Keripik Andil. Kesan pertama saya ketika melihat home industri tersebut sangatlah mengagumkan, dengan menggunakan rumah dan halaman belakang sebagai proses produksi serta pegawai yang sebagian besar adalah ibu-ibu.

Rumah Produksi Cimpring dan Keripik Andil
Rumah Produksi Cimpring dan Keripik Andil

Kebetulan saat itu saya berkunjung dirumah Pak Sutarno, beliau merupakan salah satu pelaku di industri pembuatan Cimpring dan Keripik Andil di Desa Candiareng. Pak Sutarno merupakan generasi kedua, ibunya yang bernama Bu Napsiah merupakan pelopornya. Produk yang dihasilkan hanyakah Cimpring dan Keripik Andil, dimana proses pembuatannya menggunakan bahan dasar singkong.

Singkong sebagai Bahan Dasar
Singkong sebagai Bahan Dasar

Semakin penasaran kan dengan Cimpring ditambah dengan Keripik Andil. Menurut cerita Pak Sutarno, produksi Cimpring dan Keripik Andil ini sudah sejak tahun 1980an dimana ibunya dulu menjadi pelopor di desanya. Dalam setiap harinya Pak Sutarno menghabiskan 3 kuintal singkong yang diolah menjadi Cimpring dan Keripik Andil dengan distribusi pemesanan di Batang dan sekitarnya dengan merk Ragil Putra.

Proses Pengupasan Singkong
Proses Pengupasan Singkong

Seiring perkembangan jaman dan banyaknya jajanan – jajanan varian baru, tidak menjadikan Pak Sutarno berhenti mengelola industri tradisional ini, Pak Sutarno menganggap bahwa jajanan tradisional ini perlu untuk terus dikembangkan agar generasi sekarang tahu bahwa pada jaman dahulu jajanan ini merupakan jajanannya masyarakat. Untuk itu Pak Sutarno berusaha keras meneruskan usaha orangtiuanya untuk terus memproduksi Cimpring dan Keripik Andil

Dalam memperoduksi Cimpring dan Keripik Andil prosesnya masih sangat sederhana, tidak menggunakan alat khusus hanya menggunakan alat yang dibuat oleh beliau sendiri untuk menghaluskan singkong yang nantinya menjadi bahan dasar utama.

Alat Penggilingan Singkong
Alat Penggilingan Singkong

Ada perbedaan dalam membuat Cimpring dan Keripik Andil meskipun keduanya menggunakan bahan dasar yang sama. Proses pembuatan Cimpring ada beberapa tahap :

  • Singkong dikuliti dan dicuci bersih
  • Kemudian singkong yang sudah bersih digiling di mesin penggilingan
  • Hasil singkong yang sudah digiling halus lalu dicampur dengan bumbu. Bumbu itu sendiri diantaranya adalah  bawang putih, merica, ketumbar, garam, kemiri yang ditumbuk dalam satu wadah. Yang menarik dalam pencampuran bumbu ini, bumbu masih dikerjakan oleh bu napsiah selaku pelopor utama. Meskipun usia bu napsiah yang sudah tua namun beliau masih mengolah bumbunya sendiri
  • Setelah singkong diberi bumbu, diletakkan dimeja cetak untuk dicetak bulat menggunakan alat yang sederhana
  • Setelah dicetak lalu singkong yang telah menjadi bahan dasar cimpring dijemur sekitar 5 jam
  • Proses penjemuran selesai cimpring bisa langsung digoreng
Proses Pembumbuan
Proses Pembumbuan
Proses Pencetakan
Proses Pencetakan
Proses Penjemuran
Proses Penjemuran
Cimpring Yang Sudah Jadi
Cimpring Yang Sudah Jadi

Cukup sederhana dalam membuat cimpring karena tidak emnggunakan alat dan bahan yang sulit. Pak Sutarno menjual Cimpring per buahnya dengan harga Rp.35.

Setelah mengetahui proses pembuatan Cimpring tidak pas jika tidak saya sampaikan proses pembuatan Keripik Andil. Pada dasarnya proses pembuatannya sama hanya beda dalam pencetakan, proses pembuatan keripik andil tersebut diantaranya :

  • Singkong dikuliti dan dicuci bersih
  • Singkong diigiling dengan menggunakan alat penggilingan
  • Singkon lalu dicetak bulat membentuk bulatan yang tidak terlalu kecil
  • Setelah dicetak singkong lalu direbus selama beberapa menit
  • Setelah proses perebusan, singkong dipiih untuk dapat dilanjutkan di proses berikutnya, perlu dipilih dan dipilah karena untuk mendapatkan hasil Keripik Andil yang baik tentunya juga menggunakan bahan yang baik dan cetakan yang baik
  • Salah satu yang membuat perbedaan dalam proses pembuatan Cimpring dan Keripik Andil adalah proses pembumbuannya. Proses pembumbuan Keripik andil ketika bahan dasarnya sudah direbus dan dipilah. Yang menarik adalah bumbu yang digunakan sama dengan bumbu Cimpring.
Proses Penggilingan
Proses Penggilingan
Proses Pencetakan
Proses Pencetakan
Proses Perebusan
Proses Perebusan
Proses Pemilahan
Proses Pemilahan
Proses Pengeringan
Proses Pengeringan

Keripik Andil dijual per kilo dengan harga RP. 20.000, sebuah harga murah yang bisa kita dapat dengan menikmati kelezatan Keripik Andil yang gurih dan renyah. Kenikmatan Cimpring dan Keripik Andil saya nikmati siang itu bersama teman-teman, sebuah sensasi yang luar biasa ketika menikmati jajanan tersebut langsung di lokasi pembuatannya.

DSC04598
Foto Bersama Ibu Napsiah

Ahhhhhh….semoga kenikmatan jajanan ini terus berlanjut sampai ke tahun-tahun berikutnya agar tidak tenggelam oleh adanya varian jajanan baru yang lebih modern. Perlu untuk kita terus melestarikan jajanan tradisional karena dengan ini kita dapat bersumbangsih dalam membangun eknomi masyarakat kecil serta membangun simpul sejarah kuliner tradisional.

Untuk ke lokasi Desa Candiareng dapat ditempuh dengan perjalanan darat melewati Kabupaten Batang dengan waktu tempuh sekitar setengah jam.

Hamparan Luas Sentra Batu Bata Desa Candiareng,

Matahari terasa panas menyengat siang itu, namun tidak menjadi hambatan bagi saya untuk melakukan perjalanan ke salah satu desa yang ada di Kabupaten Batang. Kali ini saya dan teman-teman mengunjungi Desa Candiareng, sebuah desa yang unik bagi saya karena penamaan desanya terdapat kata “Candi”. Keunikan itu mucul keika pertama kali saya masuk ke gerbang utama Desa Candiareng, terdapat landmark dengan ornamen Candi, bisa jadi ornamen candi menggambarkan kondisi desa tersebut. Rasa penasaran saya terus muncul , kira-kira  bagaimana saya bisa menggali cerita-cerita sejarah mengenai Desa Candiareng. Rasa penasaran itu ingin saya ungkapkan, dan kebetulan sekali di Desa Candiareng kami berkunjung dirumah mas Agus, seorang putra daerah yang aktif di Komunutas Batang Heritage. Silaturahim kami tidak hanya sekedar untuk jalan-jalan namun kami ingin mengulik potensi yang ada di Desa Candiareng terutama potensi kesejarahannya.

Gapura Desa Candiareng
Gapura Desa Candiareng

Diskusi pun kami mulai dengan sajian dari tuan rumah secangkir teh hangat dengan jajanan ringan, saya mencoba membuka prolog pembicaraan mengenai rasa penasaran saya tentang Desa candiareng. Mas agus selaku tuan rumah tidak banyak menceritakan historis tersebut namun beliau mengungkapkan bisa jadi dulu disini merupakan kawasan candi yang ada pada jaman dahulu, namun kembai lagi mas agus belum bisa membuktikan secara data dan dokumentasi. Tidak soal bagi saya, karena kedatangan saya dan teman-teman hanya sekedar ingin jalan-jalan dan mengulik berbagai potensi dari sebuah desa yang mungkin tidak banyak orang tahu.

Dari diskusi kami diajak oleh Mas Agus untuk melihat sentra batu bata yang merupakan kerajinan lokal khas Desa Candiareng. Hmmmm.. kembali rasa penasaran ini memuncak, dari cerita Mas Agus bahwa sentra batu bata ini merupakan sentra produksi dengan sistem yang tradisional yang sudah ada sejak beberapa puluh tahun yang lalu.

Perjalanan ke sentra batu bata sangatlah menarik, dengan jalan yang menanjak serta melewati ilalang dan menyebrang sungai dengan kondisi yang seadanya. Pengalaman yang menantang bagi saya harus menyebrang sungai dengan bambu yang alakadarnya. Sebuah pengalaman yang lucu pula karena saya cukup takut ketika menyebrang walaupun sebenarnya kondisi sungai bukanlah sungai yang mempunyai kedalaman tinggi.

Jalan Setapak Menyisir Hutan
Jalan Setapak Menyisir Hutan
Jembatan Bambu
Jembatan Bambu

Perjalanan kami lanjutkan dan tibalah kami di sentra batu bata tersebut,, Wowwwwwww, mata ini dimanjakan dengan banyaknya gubug-gubug tradisional sepanjang hamparan lahan yang cukup luas. Ternyata dulu tanah tersebut merupakan tanah pertanian, namun sekarang tanah pertanian tersebut berubah fungsi dan dijadikan galian untuk batu bata.

Suasana Kawasan Sentra Batu Bata Desa Candiareng
Suasana Kawasan Sentra Batu Bata Desa Candiareng
Gubug Tradisional
Gubug Tradisional

di kawasan Sentra Batu Bata ini ada sekitar 50 pengrajin  dan mereka sebagian ada yang penduduk asli namun adapula yang pendatang. Saya sempat menghampiri salah satu pengrajin, beliau adalah Bu Suparti yang sudah menjadi pengrajin batu bata sejak tahun 1980an. Bu Suparti ini merupakan penduduk asli desa candiareng,beliau bercerita bahwa dulu pengrajin belum seramai ini, sekarang jumlahnya cukup banyak. Para pengrajin menjual batu bata dengan harga Rp.1000 per batu bata. Para pengrajin mampu memproduksi dalam jumlah banyak setiap harinya dikarenakan sebagian besar mereka sudah mempunyai pelanggan sendiri yang ada di kota ataupun kabupaten sekitarnya.

Bu Suparti, Salah Satu Pengrajin Batu Bata
Bu Suparti, Salah Satu Pengrajin Batu Bata

Dari Bu Suparti saya mendapatkan cerita mengenai proses pembuatan batu bata. Pertama kalinya para pengrajin menggali tanah, tanah lalu dicampur dengan air dan dipadatkan serta dicetak persegi panjang. Setelah melalui proses cetak, lalu dijemur sampai kering. Proses penjemuran bisa berjam-jam tergantung cuaca.

Proses Menggali Tanah
Proses Menggali Tanah
Proses Mencetak
Proses Mencetak
Proses Pengeringan
Proses Pengeringan

Yang menarik adalah proses membakar dengan cara yang sangat tradisional, batu bata yang sudah dijemur ditumpuk serta dicampur dengan dedek (padi) lalu dibakar. Untuk proses pembakarannya bisa sampai 2 hari 2 malam. Sebuah proses yang cukup lama namun dapat menghasilkan sebuah produk yang bermanfaat. Tentunya para pengrajin ini dengan sabar bekerja sampai ada yang tinggal digubug-gubug tersebut untuk menjaga proses pembakaran batu bata nya.

DSC04552
“Dedek” salah satu bahan campuran untuk proses pembakaran
Kayu Bakar Yang Digunakan
Kayu Bakar Yang Digunakan

Proses pembakarannya cukup unik, Batu Bata yang sudah kering disusun dalam bentuk persegi panjang dan ditumpuk. Proses pembakaran dilakukan di gubug-gubug dengan api yang cukup kecil, sehingga memakan banyak waktu kurang kebih sekitar 2 hari untuk memadatkan Batu Bata.

Proses Pembakaran
Proses Pembakaran

Dari paguyuban pengrajin batu bata tersebut ternyata mereka mempunyai tradisi setiap tahunnya, paguyuban tiap tahun menggelar wayang golek sebagai berkah bagi pekerjaannya serta mampu memberikan hiburan bagi masyarakat. Sebuah proses yang mempunyai nilai budaya yang baik ketika paguyuban tidak hanya memikirkan pekerjaan dan penghasilannya sendiri namun juga mampu memberikan kontribusi dengan memberikan hiburan kepada masyarakat.

Mungkin ini pertama kalinya saya mengunjungi sebuah desa dengan sentra penghasil batu bata yang cukup banyak. Hamparan luas tanah yang mereka jadikan lahan produktif seakan membuka mata batin saya bahwa Tuhan selalu memberikan sumber daya alam yang cukup melimpah untuk dapat kita manfaatkan sebagai sumber penghasilan. Namun, kembali lagi kepada kita untuk tidak hanya menghabiskan sumber daya alam tersebut namun kita juga harus mampu menjaga dan merawat agar sumber daya alam tersebut tidak habis percuma serta dapat dimanfaatkan oleh anak dan cucu kita kelak nanti.

Kawasan Sentra Batu Bata Candiareng
Kawasan Sentra Batu Bata Candiareng

Bagi kamu yang suka jalan-jalan, Desa Candiareng bisa  menjadi destinasi wisata yang menarik, karena kita dapat melihat pemandangan alam yang masih natural, udara yang cukup sejuk serta kondisi sosial masyarakat yang akrab satu sama lain. Ada banyak pengrajin disini selain batu bata, adapula pengrajin bambu yang bisa kita jumpai ditiap gang-gang di Desa Candiareng.

Ketika Sungai Menjadi Perbincangan dalam Kongres Sungai Indonesia 2015

logo kongres

Sungaiii ???? terkadang kita menganggap sungai hanya sebuah aliran air yang tidak mempunyai manfaat bagi kehidupan kita. Seringkali kita memperlakukan sungai sebagai tempat pembuangan, baik pembuangan limbah, sampah ataupun untuk buang air kecil/buang air besar. Sebuah kenyataan yang cukup miris, padahal sungai merupakan sebuah aliran kehidupan bagi kita sebagai makhluk hidup. Sungai mengalirkan mata air bagi keberlangsungan hidup dan kelestarian lingkungan. Namun sungai sekarang menjadi kotor karena perlakuan kita yang tidak bersahabat. Kita tidak tahu bahwa sungai menyimpan peradaban yang luar biasa, dari sungai terdapat berbagai macam kehidupan dibawah air, dari sungai tumbuhan menjadi subur, dari sungai menjadi aliran yang dapat kita gunakan sebagai sumber mata air.

DSC04475
  Sungai Serayu, Banjarnegara

Berbagai macam persoalan mengenai pencemaran sungai terjadi di Indonesia, hampir disetiap daerah terjadi permasalahan mengenai sungai. Kita tidak tahu bahwa budaya peradaban leluhur kita yang sangat menjaga kelestarian sungai mengajarkan kita untuk bersyukur bahwa tuhan menciptakan sungai dengan air yang mengalir sebagai sumber penghidupan makhluk hidup. Semestinya anugerah ini kita jaga dan kita lestarikan dengan baik.

tercemar 2
Permasalahan Sungai
tercemar 1
Permasalahan Sungai

Permasalahan-permasalahan mengenai sungai menjadi bahan diskusi bagi teman-teman yang aktif dalam pelestarian sungai, tentunya persoalan tersebut akan menjadi menarik ketika para teman-teman pegiat sungai dari seluruh nusantara dapat berkumpul dan duduk bersama untuk membahas permasalahan tersebut. Gayung bersambut melalui Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diadakanlah Kongres Sungai Indonesia pada tangal 26 agustus- 20 Agustus 2015. Kongres ini merupakan kongres yang pertama kalinya diadakan di indonesia dengan tuan rumah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Pemilihan Kabupaten Banjarnegara tentunya karena di Kabupaten Banjarnegara memiliki Sungai Serayu yang merupakan salah satu sungai terbesar di Indonesia yang melewati 6 Kabupaten sekaligus.

Tanpa diduga saya menjadi salah satu dari peserta Kongres Sungai tersebut, kebetulan saya mendapat email langsung dari panitia untuk menjadi peserta dalam kegiatan tersebut. Tentunya sebuah event yang tidak akan saya lewatkan karena kegiatan ini sangatlah positif, saya bisa bertemu dengan para pegiat sungai diseluruh nusantara begitupula akan banyak pengetahuan dari berbagai naarsumber baik dari Kementrian ataupun dari para pelaku/pegiat sungai yang sudah sukses dalam hal tersebut.

Kabupaten Banjarnegara salah satu daerah yang belum pernah saya singgahi, tentunya akan menjadi pengalaman yang menarik pula bagi saya untuk menikmati kesejukan udara yang dingin.

Dalam kongres Sungai saya berada pada komisi 6 yang membahas mengenai ekowisata sebagai budaya dalam pelestarian sungai. Kebetulan saya sangat tertarik dalam hal pariwisata dan tema ini sangat cocok bagi saya. Ada banyak peserta yang saya jumpai kurang lebih hampir 500 orang berkumpul dari penjuru nusantara, ada dari papua, sulawesi, kalimantan, sumatera dan pulau jawa sendiri. Selain presentasi dari narasumber kami sebagai peserta pun dharuskan untuk diskusi memberikan solusi dan membuat rencana dalam pengembangan tema tersebut dari segi komunitas.

Suasana Diskusi Komisi 6
Suasana Diskusi Komisi 6
Sesi Diskusi Umum
Sesi Diskusi Umum

Oiya,,dalam kongres tersebut semua unsur benar-benar dilibatkan, ada unsur dari komunitas/LSM, Kementrian, SKPD, Pegiat sungai serta Akademisi. Sebuah unsur yang dapat memberikan persepsi dari berbagai pihak yang nantinya akan menjadi sebuah rumusan bersama dari berbagai pemikiran.

Pembukaan Kongres Sungai dibuka oleh Puan Maharani mewakili dari Pemerintah Pusat, namun pada pembukaan tersebut saya belum datang dikarenakan hari kedua saya baru datang dan mengikuti kongres.

Karena saya baru hadir di hari kedua, saya mungkin akan banyak cerita dari awal kedatangan, pertama kalinya momen ini sangat membuat saya terpana dengan beragam acara yang ditampilkan dalam Kongres Sungai dari mulai diskusi serta ramah tamah mengenal satu sama lain. Banyak inovasi yang dilakukan oleh para peserta salah satunya yang membuat saya tertarik adalah pembuatan kapal sampah dengan menggunakan alumunium yang dilakukan oleh peserta dari Jogjakarta.

Inovasi Perahu Sampah
Inovasi Perahu Sampah

Tidak hanya itu, banyak keunikan lain diantaranya adalah saya dibuat terkejut ketika acara kongres selesai saya dan para peserta diberi penginapan di tenda / barak tentara yang berada di pinggir Sungai Serayu, tepatnya di Pikas Resort. Saya pun cukup tercengang bisa menginap dengan tenda yang cukup besar dan mendapat kasur lipat khas tentara indonesia, sebuah pengalaman yang sangat luar biasa bagi saya.

Tenda Untuk Menginap
Tenda Untuk Menginap

Tidak hanya sampai disitu, untuk makan pun saya dan para peserta lain mendapatkan sajian hidangan dari bapak-bapak tentara, dalam makan pun kami harus menyesuaikan tata tertib dari bapak-bapak tentara tersebut dari mulai mengambil piring saji, mengantri, menghabiskan makanan sampai mencuci piring saji sendiri. Ahhhh,,sungguh pengalaman yang menarik bagi saya apalagi menu masakan yang dimasak sangatlah enak.

Barak Makan
Barak Makan
Soto, Salah Satu Menu Makanan Para Peserta
Soto, Salah Satu Menu Makanan Para Peserta

Acara demi acara saya ikuti, kebetulan pada hari jumat siang tanggal 28 Agustus 2015 kedatangan  Menteri Pekerjaan Umum Bapak Basuki, diskusi kami semakin menjurus pada program-program pemerintah pusat dalam hal penanganan sungai. Muncul berbagai pendapat dimana dalam pengelolaan sungai belum memiliki kebijakan yang berkelanjutan, dalam birokrasi saja masih adanya beberapa kementrian yang mengelola sungai, pemerintah belum satu pintu dalam mengatur kebijakan tentang sungai sehingga satu kebijakan dengan yang lain saling tumpang tindih. Dalam kongres ini tentu saja dalam setiap diskusi dicari solusi bersama, dan bapak basuki sangat responsif dalam setiap masukan dan bersama-sama membangun komitmen dalam melestarikan sungai-sungai di indonesia.

Mentri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Memaparkan Materi
Mentri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Memaparkan Materi

Meskipun kegiatan Kongres Sungai ini lebih banyak diskusi namun kegiatan refreshing pun tetap ada, saya dan peserta yang lain dapat menikmati sejuknya udara di Banjarnegara, melihat derasnya Sungai Serayu yang mengalir. Berkeinginan juga untuk Rafting, namun apa daya karena padatnya acara saya hanya buisa menikmati keindahan sungai serayu.

Selfie di Sungai Serayu, Banjarnegara
Selfie di Sungai Serayu, Banjarnegara

Kegiatan Kongres Sungai ditutup pada hari minggu tanggal 30 Agustus 2015 dengan puncak acara adalah ada tradisi Parak iwak, dimana tradisi tersebut sebagai budaya masyarakat mengambil ikan yang ada di Sungai Serayu sebagai wujud keberkahan yang ada di dalam sungai.

Pesta Parak Iwak, Doc By Merdeka.com
Pesta Parak Iwak, Doc By Merdeka.com

Tidak lupa dalam penutupan tersebut Gubernur Jawa Tengah Bapak Ganjar Pranowo menutup dan diakhiri dengan pembacaan maklumat sungai. Hmmm….tentunya kongres ini bukan sekedar kongres, kami mencoba menggali permasalahan, menggalin potensi, mencari solusi dan membangun harapan bersama untuk Sungai indonesia.. semoga lestari terus alamku, mengalir indah sungaiku sebagai wujud peradaban yang senantiasa kita syukuri…

Salamm….

Semarak Kemerdekaan Bersama Komunitas di Kota Pekalongan

Tidak terasa 70 tahun sudah usia kemerdekaan Republik Indonesia, artinya sudah 70 tahun kita terbebas dari belenggu penjajahan. Kadang saya merenung, bagaimana dahulu para pejuang dengan gigih berjuang dengan penuh semangat untuk kemerdekaan Indonesia. Dengan pikiran ini kadang membuat jiwa ini tergerak untuk meneruskan perjuangan para pehlawan-pahlawan bangsa yang telah gugur mempertahankan tanah air Indonesia. Namun, terbesit juga bagaimana saya bisa melakukan itu ?? bagaimana saya bisa meneruskan perjuangan para pendahulu tersebut ??? apa yang bisa saya lakukan ??

Pikiran tersebut lambat laun dapat saya pecahkan, Alhamdulillah sudah 3 tahun ini saya turut aktif dalam sebuah kegiatan sosial. Saya tergabung dalam Komunitas Akademi Berbagi Pekalongan, sebuah Komunitas yang fokus pada bidang sosial pendidikan. Kegiatan Akademi Berbagi Pekalongan berupa kelas-kelas informal dengan memfasilitasi narasumber yang mampu berbagi ilmunya dengan gratis kepada masyarakat di pekalongan. Jadiiii..di Akademi Berbagi inilah saya mencoba untuk berkontribusi dalam penyelenggaran pendidikan di Indonesia yang murah, bahkan gratis atau tidak dipungut biaya sama sekali dalam setiap kegiatannya. Akademi Berbagi Pekalongan setiap bulan mengadakan kelas-kelas dengan tema yang aplikatif seperti kelas fotografi, entrepreuner, film, teater, menulis, travel blogger dan lain sebagainya. Pemilihan tema difokuskan agar setelah mengikuti kelas masyarakat dapat terjun langsung secara aplikatif.

cMwT9Yvi

Di Akademi Berbagi Pekalongan beberapa kalipun kami berkolaborasi dengan Pemerintah Kota dan komunitas-komunitas lainnya sebagai tujuan memperkenalkan pekalongan menjadi kota yang kreatif serta kota yang senantiasa melakukan kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat. Sudah menjadi tugas kami selaku pemuda untuk dapat berkontribusi untuk daerah dan Negara dengan kegiatan-kegiatan yang positif.

17 agustus 2015 merupakan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 70. Saya dan teman-teman Akademi Berbagi Pekalongan berupaya untuk mengadakan sebuah kegiatan yang melibatkan beberapa komunitas di Pekalongan. Gayung bersambut, banyak komunitas yang menyambut positif dan akan ikut terlibat. Beberapa komunitas tersebut adalah : Backpacker Pekalongan, Insta Pekalongan, RGB Fotografi, Explore Pekalongan, Berkalong, Festkalongan, Pekalongan Muda, Adwika, Akber Pekalongan, Pecinta Film Pekalongan,Relawan Inovasi, serta komunitas-komunitas lain.

Salah satu kegiatan yang akan kami lakukan adalah upacara bendera dan lomba-lomba tradisional. Untuk pemilihan tempat kami menggunakan halaman Museum Batik, dan alhamdulilah dari pihak Museum Batik menyambut positif dan akan terlibat dalam kegiatan tersebut.

Bukan tanpa sebab kami memilih Museum Batik sebagai tempat pelaksanaan. 17 Agustus merupakan hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia, dan kami berupaya untuk mengulang sejarah dengan melaksanakan upacara di Museum Batik. Dulu Museum Batik merupakan Balaikota madya Pekalongan, ada salah satu foto jaman dulu yang menggambarkan dokumentasi para pejabat yang sedang melaksanakan upacara di bangunan tersebut. Pada tahun ini kami akan mengulang masa-masa itu dengan melaksanakan upacara bendera untuk pertama kalinya di Museum Batik.

CMk0-hwUcAATHv7

DSC04206

DSC04216

DSC04223

Pelaksanaan upacara kami sesuaikan dengan pelaksanaan upacara bendera 17 Agustus, yang membuat saya terharu adalah ketika kita bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Lagu 17 Agustus dengan penuh semangat bersama teman-teman komunitas yang lain. Tak lupa dalam setiap upacara pasti ada seorang Pembina yang menyampaikan sambutan/amanat. Kali ini yang bertindak sebagai Pembina adalah Bapak Zainal Muhibbin, beliau merupakan Ketua Kelompok Informasi Masyarakat Pekalongan. Bapak Zainal memberikan amanat agar para pemuda tidak lupa dengan sejarahnya serta diharapkan para pemuda dapatt berkontribusi penuh untuk negaranya dan daerahnya. Suatu kebanggaan bagi saya mendapat sebuah pesan dari amanat Bapak zainal, beliau dengan tegas mengajak para komunitas untuk terus melakukan kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

DSC04220

Tak terasa satu jam kami melaksanakan upacara, kegiatan selanjutnya adalah sarapan bersama. Sepincuk nasi megono dan gorengan serta es teh menajdi sajian bagi sarapan kami, suatu nikmat yang luar biasa meskipun dengan sarapan yang sederhana namun kebersamaan inilah yang membuat kami bahagia makan bersama-sama.

DSC04243 DSC04231

Setelah sarapan, kegiatan berikutnya adalah lomba-lomba tradisional, ada berbagai macam lomba seperti : makan kerupuk, memasukkan pensil kedalam botol, balap karung, lomba joged dengan media tomat dan lain-lain. Dalam kegiatan lomba ini saya turut serta dalam lomba makan kerupuk, sebagaimana saya kalo makan harus pake kerupuk alhasil di lomba tersebut saya menjadi juara pertama dan Alhamdulillah mendapat bingkisan yang menarik.

DSC04259 DSC04271

DSC04275 DSC04307

Berbagai ekpresi para komunitas pun beragam, sebagian besar mereka menikmati acara tersebut, karena untuk pertama kalinya ini kami bisa berkegiatan bersama tepat dalam Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Tak hayal selama kegiatan berlangsung kami berbaur, berfoto bersama serta bercanda gura bersama. Sebuah kegiatan yang bagi saya mampu mempererat tali persaudaraan para komunitas di Pekalongan. Meskipun dengan cara yang sederhana namun mempunyai arti yang sangat penting bagi saya. Dengan kegiatan tersebut kami bisa bertemu, kami bisa saling bertukar pikiran bagaimana kami bisa berkontribusi untuk Pekalongan dan untuk Indonesia.

LET’S DO GOOD SOMETHING FOR INDONESIA

BERBAGI BIKIN INDONESIA HAPPY

DIRGAHAYU INDONESIAKU…

THE SIDJI HOTEL, Warna Baru Hotel di Pekalongan

Pekalongan yang notabene merupakan kota kecil di pesisir jawa tidak kalah dengan kota – kota besar yang lain terutama dalam bidang pembangunan infrastruktur dan pariwisata. Beberapa akhir tahun ini beberapa hotel bermunculan di Kota Pekalongan , dimana hotel-hotel tersebut merupakan hotel dengan bintang 3 sampai bintang 4. Kehadiran hotel-hotel tersebut tak hayal menjadi warna baru dalam sudut kota pekalongan. Tentunya kehadiran hotel-hotel baru ini dapat menjadi tempat singgah para wisatawan dari luar kota maupun luar negeri yang datang ke pekalongan. Dari beberapa hotel baru tersebut memiliki ciri atau karakteristik yang berbeda, ada yang berkonsep sebagai business place, ada yang berbasis syariah, adapula yang baru-baru ini hotel dengan konsep perpaduan antara modern dan bangunan kuno. Menarik sekali jika melihat hotel dengan konsep perpaduan bangunan kuno dengan modern, dan ini terjadi di Pekalongan.

The Sidji Hotel, pelopor hotel di Kota Pekalongan yang mengedepankan konsep bangunan kuno dan modern. Felicia sebagai owner The sidji Hotel menceritakan bagaimana history mengenai pembangunan hotel ini. Awalnya bangunan ini merupakan bangunan rumah/tempat tinggal yang dibangun pada tahun 1920 oleh keluarga Hoo. Dan rumah tersebut menjadi warisan turun-temurun hingga saat ini. Ide dibangunnya hotel berasal dari pesan dari ayahanda ibu Felicia yang berpesan agar kelak jika rumah ini tidak berpenghuni nantinya agar dibuat penginapan/hotel.

sidji 1

22 Maret 2015 The Sidji Hotel resmi dibuka dengan acara yang bertemakan Pekalongan. Pada acara pembukaan disajikan tarian Jlamprang yang merupakan tari batik jlamprang khas pekalongan. Disamping itu ada pameran foto pekalongan jaman dahulu, stan kuliner pekalongan, kesenian multietnis, dan keroncong. Sejalan dengan visi pembangunan ini menurut Felicia adalah sebagai wadah atau sarana untuk mempromosikan dan mengenalkan pekalongan.

Interior yang disajikan di The Sidji Hotel sangatlah menarik. Jika kita ke ruang receptionist ada perpustakaan kecil, dimana koleksi bukunya merupakan buku-buku jaman dahulu, masuk keruang lounge mata kita akan disajikan interior yang sungguh menarik seperti tempat duduk dan meja yang kuno, becak kecil khas pekalongan, tempat tidur kuno dan lain sebagainya. Disamping itu kita juga dapat duduk santai dan menikmati sajian di Cafe Pontjol yang menyediakan kopi dengan kenikmatan yang berbeda dengan kopi – kopi lainnya. Tak lupa ketika kita sudah mampir kesana, kita perlu untuk mencicipi hidangan kuliner di Nostalgia Restoran yang didalamnya terdapat menu tradisional khas pekalongan.

sidji 2
Nostalgia Restoran
sidji 3
Jajanan Tradisional

The Sidji Hotel mengangkat tema Hotel n Boutique, kita dapat berbelanja batik di gallery batik mukti yang berada di area parkir depan The Sidji Hotel. Selain itu kita juga dapat menikmati berbagai tour pekalongan seperti Heritage Tour, Batik Tour hingga Culinary Tour. Pelayanan yang ramah dan memuaskan membuat kenyamanan para pengunjung yang singgah di The Sidji Hotel, Pekalongan.

Jika anda yang ingin berkunjung ke Pekalongan, nikmati kesempatan untuk menginap di The Sidji Hotel serta berwisata mengelilingi pekalongan. Tidak perlu repot untuk mendapatkan informasi dan reservasi dari The Sidji Hotel, kita bisa klik websitenya di http://www.thesidjihotel-pekalongan.com/ atau ke twitter https://twitter.com/TheSidji (@TheSidji), tentunya akan ada berbagai promo dan paket yang disajikan oleh manajemen The Sidji Hotel.

sidji 4

THE SIDJI HOTEL

Jalan Dr. Cipto No 66, Pekalongan

Telepon : 62 (285) 446 0077

PEKAN BATIK PEKALONGAN, EVENT WISATA KREATIF DI KOTA PEKALONGAN

Pekalongan-Batik-Week-201511

Pekan Batik Pekalongan…sebuah event yang cukup dinanti-nanti di Kota Pekalongan. Event ini merupakan event tahunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Pekalongan. Sebagai warga Kota Pekalongan saya tentunya tidak pernah absen mengikuti berbagai rangkaian acara yang ada selama Pekan Batik berlangsung. Ada sedikit yang berbeda dengan penyelenggaraan Pekan Batik kali ini di Kota Pekalongan karena biasanya Pekan Batik dilaksanakan pada bulan Oktober bertepatan dengan Hari Batik Nasional pada tanggal 02 Oktober. Namun Tahun ini Pekan Batik Pekalongan diselenggarakan pada tanggal 30 Juli – 03 Agustus 2015. Menurut beberapa panitia, acara Pekan Batik ini diajukan agar bersamaan dengan Pekan Inovasi dan Teknologi, sehingga acara event tahun ini bakalan cukup meriah. Beberapa rangkaian kegiatan yang ada di Pekan Batik diantaranya ada pameran produk batik dan industri kreatif, pameran teknologi dan inovasi, pameran kuliner, pentas seni dan budaya, karnaval batik serta yang menarik ada seminar nasional dalam rangka World Culture Forum dengan tema “Pekalongan Kota Kreatif: Pembangunan Berbasis Budaya“ dengan narasumber Bapak Harry Waluyo (Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif, Prof.Dr. Kacung Marijan, Eka Budianta, Samuel Wattimena dan bapak Anies Baswedan selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang bertindak sebagai Keynotch Speaker.

culturee1culturee2

Tema Seminar World Culture Forum ini sangat menarik karena Pekalongan baru saja dinobatkan sebagai Kota Kreatif Unesco bidang Kriya dan Kesenian Rakyat. Aplikasi dari Kota Kreatif ini menjadikan Kota Pekalongan senantiasa membuat agenda atau event yang mendukung perwujudan kota kreatif tersebut.

Salah satu perwujudan dalam mendukung Kota Kreatif adalah dengan mengadakan event seperti Pekan Batik ini. Batik menjadi produk unggulan di Kota Pekalongan dan merupakan produk kerajinan khas lokal. Sebagaimana kita tahu branding World City Of Batik menjadi branding yang cukup andil dalam perkembangan Batik di Pekalongan. Batik menjadi ekonomi utama masyarakat di Kota Pekalongan, banyak masyarakat yang bermata pencaharian sebagai pengusaha batik. Tidak hanya sekedar produk ekonomi unggulan, namun juga Pemerintah Kota Pekalongan membangun infrastruktur dalam mendukung pengembangan batik seperti mendirikan Akademi Komunitas Negeri yang setiap jurusannya fokus pada industri batik. Bahkan semasa saya masih SMP sekitar tahun 2000an awal, muatan lokal Batik menjadi pelajaran ketrampilan di sekolah. Disamping itu Pemerintah Kota juga terus menggenjot upaya mempromosikan Batik Pekalongan dengan membangun kampung-kampung wisata batik seperti kampung batik kauman, kampung batik pesindon, kampung canting landungsari serta pusat wisata belanja batik di pasar grosir setono.

Event Pekan Batik Pekalongan dilaksanakan sebagai media promosi bahwa Batik menjadi produk kerajinan lokal yang telah dinobatkan oleh Unesco sebagai warisan budaya tak benda. Untuk melihat sertifikat Unesco tersebut kita dapat melihatnya di Museum Batik yang terletak di Kawasan Jetayu Kota Pekalongan.

IMG20150414104346

Kembali ke Event Pekan Batik Pekalongan, beberapa hari ini ketika event tersebut berlangsung saya terus mengikuti kegiatan di Pekan Batik Pekalongan. Penyelenggaraan Pekan Batik tahun ini memasuki usia ke 9, dimana pada tahun 2007 Pekan Batik mulai diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Pekalongan. Namun jika merunut pada sejarah, sebeumnya pada tahun 1953, Residen Pekalongan, Residen Jesper pernah menyelenggarakan event pameran Pekan Raya Pekalongan yang menampilkan berbagai produk kerajinan seperti Batik dan handycraft. Pada saat  itu ekonomi di Pekalongan cenderung lesu, hal ini yang dicoba oleh Residen Jesper untuk membuat sebuah pameran dengan tujuan sebagai promosi dan untuk menghidupkan UKM kerajinan seperti Batik dan Handycraft.

IMG20150806090420

IMG20150806090453

Pekan Raya Pekalongan menjadi pameran yang pertama dan berlanjut terus menerus. Namun Pekan Raya Pekalongan berhenti ketika Indonesia Merdeka. Pada tahun 2004 Paguyuban Pecinta Batik di Kota Pekalongan mulai untuk membuat sebuah event dalam mempromosikan Batik Pekalongan. Suksesnya acara pada tahun 2004 berlanjut pada tahun berikutnya, pada tahun 2005 Paguyuban Pecinta Batik Pekalongan kembali mengadakan Pekan Batik Pekalongan dengan acara yang cukup besar di Kantor Bakorwil Kawasan Jetayu Kota Pekalongan. Sebagian besar panitia dari Event ini adalah komunitas pecinta batik, yang menarik pada saat itu penyelenggaraannya mendapatkan penghargaan dari Guinnes Book of Record dalam kategori membatik 1050 meter yang dilakukan oleh 1050 pembatik. Bahkan pada saat itu Grup Band Slank datang dan langsung terinspirasi dengan membuat lirik lagu berjudul SBY (Sosial Betawi Yoi) dimana salah satu liriknya adalah “Kota Batik di Pekalongan, Bukan Jogja bukan Solo….” Sebuah lagu yang cukup luar biasa bagi saya selaku warga Kota Pekalongan.

Pada tahun 2006 Paguyuban Pecinta Batik Pekalongan tidak lagi mengadakan acara pekan batik, dan tahun 2007 Pemerintah Kota Pekalongan mengambil alih peran dalam pelaksanaan Pekan Batik di Pekalongan hingga saat ini.

Tahun ini tidak berbeda dengan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya. Masih saya jumpai stan-stan yang menjual produk batik serta produk kreatif lainnya. Di pintu utama saya disambut dengan wallpaper dengan ukuran cukup besar yang bisa digunakan sebagai spot photobooth.

DSC04087

Masuk Dari pintu utama ada stan museum batik yang cukup unik, tidak hanya memamerkan koleksi batik saja, namun pengunjung juga dapat melakukan workshop membatik secara gratis. Hal inilah yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk belajar membatik gratis dengan mentor dari pegawai museum batik.

DSC04090

DSC04089

Setelah menikmati koleksi di museum batik ada stan Branding Corner yang merupakan Branding dari Kota Pekalongan sebagai World City Of Batik. Kota Pekalongan sudah mempunyai label handmade dan sudah didaftarkan di Kemenkumham. Jadi, label batik pekalongan inilah yang menjadi spirit bagi pembatik di Kota Pekalongan untuk terus berkreasi dengan dukungan dari Pemerintah Kota terkait dengan labelisasi.

DSC04092

Langkah sayapun mulai berjalan masuk keruangan inti pameran Pekan Batik Pekalongan, saya melihat berbagai koleksi Batik dari beberapa pengrajin Batik di Kota Pekalongan yang ditampilkan secara menarik. Tatanan stan yang tertata rapi diikuti pula oleh dekorasi stan setiap pengrajin yang membuat mata saya tak pernah berhenti memandang keindahan koleksi Batik di Kota Pekalongan. Wow,,inilah Pekalongan, kota dengan slogan Batik nya yang mendunia.

DSC04093DSC04094

Meneruskan langkah yang tidak pernah berhenti dalam setiap jengkal, saya menemukan sebuah stan yang diisi oleh komunitas. Hmm,,, sebuah langkah positif Pemerintah Kota Pekalongan yang mampu memberikan ruang kepada komunitas untuk berpartisipasi dalam pameran Pekan Batik skala nasional dan internasional ini.

DSC04098

Puas berjalan mengelilingi arena Pekan Batik, saya mencoba melihat sebuah papan besar yang berisi tentang jadwal rangkaian acara selama Pekan Batik Berlangsung. Salah satu rangakaian acara Pekan Batik yang cukup menarik bagi saya adalah Karnaval Budaya Kreatif yang menampilkan parade karnaval dengan kostum batik yang diikuti oleh berbagai macam lapisan masyarakat dari mulai anak-anak sekolah, pelaku industri, komunitas dan SKPD pun ikut dalam karnaval tersebut. Sayapun tidak mau melewati momen karnaval Batik tersebut, keebtulan Karnaval tersebut dilaksanakan esok harinya.

Tidak ingin kehilangan, momen esok hari pada minggu pagi tanggal 02 Agustus 2015 saya bersiap untuk melihat karnaval budaya kreatif, bangun pagi-pagi saya langsung mengambil kamera dan stay di penghujung jalan dekat dengan arena panggung kehormatan. Mata ini tak lelah terus fokus melihat setiap kostum yang ditampilkan, berbagai kreasi yang dituangkan dalam sebuah kostum membuat mulut ini terdiam tidak mampu mengungkapkan dalam sebuah kata. Hanya sedikit kalimat kecil yang terucap dalam hati saya, “Sakkporeeeee”. Yaa, Sakpore yang merupakan bahasa khas pekalongan yang berarti menakjubkan atau amazing.

karnaval 1karnaval 6

karnaval 8

Hari berikutnya, saya tetap tidak ingin kehilangan setiap momen dalam rangkaian acara Pekan Batik Pekalongan. Hari senin tanggal 03 Agustus 2015 saya melihat jadwal acara kembali, kebetulan acara hari senin adalah penutupan. Namun ada yang sangat spesial bagi saya, yaitu adanya Video Mapping yang digarap oleh tim dari 9 matahari. Sebenarnya Video Mapping pernah ditayangkan di Kota Pekalongan pada tahun 2011 dengan mengangkat tema Pekalongan World’s City Of Batik, dan tahun ini tema dari Video Mapping adalah cerminan dari Kota Pekalongan sebagai Kota Kreatif bidang kriya dan kesenian rakyat.

videomapping

videomapping 2

Video Mapping menjadi puncak acara sekaligus penutupan Pekan Batik Pekalongan pada Tahun 2015, diharapkan dengan event tersebut dapat mendongkrak pariwisata di Kota Pekalongan. Selain itu dengan event tersebut dapat bermanfaat bagi upaya promosi produk Batik di Kota Pekalongan.

Sebuah anugerah terindah bagi saya ketika Kota Pekalongan mampu menggelar event yang spektakuler ini. Tidak salah jika Unesco menobatkan Kota Pekalongan sebagai Kota Kreatif, karena di tangan-tangan kreatif masyarakat inilah Kota Pekalongan dapat berkembang menjadi kota yang modern selaras dengan kearifan lokalnya. Dan sudah sepatutnya saya berucap bahwa Pekan Batik Pekalongan ini merupakan sebuah event wisata kreatif yang wajib untuk dikunjungi di Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Bagi kamu yang suka dengan Batik, silahkan berkunjung di event Pekan Batik Pekalongan yang diselenggarakan setiap tahunnya. Selain berbelanja kita bisa menikmati sajian acara yang cukup menarik yang mampu membuat kita betah untuk berlama-lama selama event tersebut berlangsung. Tidak perlu bingung untuk mencari informasi mengenai event Pekan Batik Pekalongan begitupula dengan event-event wisata yang lain, karena di Kota Pekalongan ada berbagai macam informasi yang dapat kita ketahui diantaranya adalah Facebook Pariwisata Kota Pekalongan atau di Twitter @WisataKotaBatik. Disamping itu adapula kalender event yang bisa kita lihat di web Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Jawa Tengah http://www.central-java-tourism.com/atta-event.html

event calender

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jateng 2015 Periode 4 dengan tema “Event Budaya / Event Wisata Jawa Tengah”.

4 Banner Jul - Agt

RAGAM WISATA JAWA TENGAH (Upaya Mengenalkan Potensi Wisata Jawa Tengah )

petajawa

Jawa Tengah, salah satu propinsi di Indonesia yang mempunyai Luas wilayah 34.548 km², atau sekitar 28,94% dari luas pulau Jawa. Propinsi Jawa Tengah terdiri 29 Kabupaten dan 6 Kotamadya. Banyak hal yang perlu kita ketahui mengenai Jawa Tengah dari mulai wisata, sejarah,budaya hingga kondisi sosial masyarakatnya.

Dari sisi karakteristik alam, Jawa Tengah mempunyai beberapa Gunung yang masih aktif seperti Gunung Merapi, Gunung Slamet, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro Sumbing, Pegunungan Dieng, dan lain –lain. Gunung-gunung tersebut meskipun termasuk dalam kategori gunung yang aktif namun menyimpan keindahan yang cukup menarik bagi para wisatawan. Kita dapat melihat Sunrise dibeberapa spot seperti Posong di Temanggung, Ketep Pass dan Putuk Setumbu di Magelang, Puncak Dieng di Wonosobo. Disamping itu beberapa kawasan pegunungan tersebut juga merupakan kawasan yang disukai oleh para pendaki dan wisatawan dalam menikmati sejuknya udara dan keindahan alamnya.

gunung
(Dokumentasi Internet)

Karakteristik alam, di Jawa Tengah juga memiliki potensi Pantai yang cukup indah, terdapat beberapa wilayah bagian Pantai Utara Jawa tengah yang memiliki keindahan alam pantai. Ada Pantai Kartini di Jepara, Pantai Pasir Kencana di Pekalongan, Pantai Widuri di Pemalang, Pantai Celong dan Ujungnegoro di Batang, serta yang tak kalah menarik adalah Karimun Jawa yang memiliki pantai yang indah, pasir putih serta terumbu karang yang menarik. Hmmmmm…sepertinya kondisi alam di Jawa tengah mempunyai potensi yang cukup menarik untuk kita Explore walaupun saya pribadi beberapa belum pernah mengunjungi potensi destinasi wisata alam di Jawa Tengah namun paling tidak saya mendapat infomasi dari berbagai teman dan info di media online. Beberapa mungkin bisa kita lihat destinasi wisata alam yang indah di Jawa Tengah, dimana saya mengambil gambar terbut dari media internet.

pantai
(Dokumentasi Internet)

Bicara mengenai Jawa Tengah tak luput dengan kondisi sejarah dan budayanya. Dari kondisi sejarah dapat diketahui dari catatan I-Tsing, Hwui-Ning serta prasasti-prasasti yang ditemukan didaerah Jawa Tengah dimana bukti-bukti catatan dan prasasti tersebut memberikan informasi bahwa daearah Jawa Tengah pada saat itu sudah menjadi pusat peradaban yang cukup maju dengan kondisi tanahnya yang sangat kaya serta rakyatnya hidup tentram dan makmur.

Orang Tiong Hoa menyebut Jawa Tengah dengan nama Kaling. Mengingat nama Kaling yang hampir sama dengan Kalingga, maka diperkirakan bangsa Hindu yang datang ke Jawa Tengah berasal dari Kalingga. Dikatakan bahwa Maharaja Harsa (606-648) M) di Hindustan Utara selalu menyerang kerajaan Kalingga (www.pendidikan4sejarah.blogspot.com).

Tidak bisa dipungkiri, bahwa sejarah Jawa Tengah tidak luput dari sebuah akulturasi budaya, dimana dapat ditemui berbagai catatan dari orang Tionghoa ataupun orang pribumi yang dulunya merupakan orang Hindu dari Kerajaan Kalingga, hingga akhirnya agama Islam masuk melalui Kerajaan Mataram Kuno menjadi awal peradaban islam terbentuk di Jawa tengah. Keanekaragam budaya tersebut yang akhirnya membentuk sebuah kondisi sosial masyarakat yang saling ber toleransi satu sama lain sampai sekarang ini.

candi
(Dokumentasi Internet)

Jawa Tengah memiliki keragaman budaya baik kesenian ataupun upacara adat kedaerahan. Untuk kesenian ada berbagai macam seperti Tari Sintren yang popular di wilayah Jawa Tengah bagian PANTURA, Tari Langen Asmara adalah tari tradisi gaya Surakarta, Tari Bambang Cakil yang merupakan salah satu tari klasik yang ada di Jawa khususnya Jawa Tengah, selain Tarian adapula kesenian seperti wayang kulit yang sudah diakui dunia sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco, serta tembang-tembang (lagu lagu ) jawa yang diiringi oleh gamelan (alat musik) yang juga dikenal dengan campursari, ketoprak yang merupakan pertunjukan seni peran khas dari jawa Tengah. Selain kesenian, adapula upacara adat atau tradisi di Jawa tengah yang sampai saat ini masih dilestarikan, seperti  Tedhak Sinten, dimana upacara ini dilakukan ketika seorang bayi berusia tujuh bulan. Upacara ini dimasudkan agar kelak si bayi menjadi mandiri di masa depan. Untuk acara adat yang lainnya adapula Sekatenan yang merupakan upacara kerajaan yang dilaksanakan selama tujuh hari, konon asal-usul upacara ini sejak kerajaan Demak. Adapula Sekaten, Kenduren,Grebeg (Solo) dan masih banyak lagi.

seni
(Dokumentasi Internet)

Dari kondisi sejarah dan budaya tersebut dapat saya pahami bahwa masyarakat Jawa Tengah kental dengan budaya jawa. Sebagian masyarakat di Jawa Tengah adalah masyarakat Jawa, karena di Jawa Tengah sendiri dikenal dengan pusat kebudayaan Jawa. Kalo saya melihat kebudayaan ini terbentuk karena di Jawa Tengah merupakan pusat dua kerajaan yang sampai saat ini masih berpengaruh, yaitu Keratonan Solo dan Jogjakarta. Tidak hanya penduduk lokal jawa saja namun juga ada beberapa penduduk Arab dan Tionghoa yang cukup berpengaruh dalam kondisi sosial masyarakat di Jawa Tengah. Orang-orang arab dan Tionghoa dulu hadir ketika pada jaman kolonial dimana para nenek moyangnya merupakan pedagang yang datang ke Jawa Tengah. Tidak heran jika sebagian besar masyarakat Arab dan Tionghoa yang ada di Jawa Tengah bekerja sebagai pedagang atau pengusaha.  Keragaman etnis masyarakat tersebut membentuk suatu simpul keberagaman yang indah dan harmonis dalam kondisi sosial masyarakat di Jawa Tengah. Tanpa disadari dari berbagai keragaman tersebut muncul kampung-kampung dari etnis tersebut. Ada kampung arab, kampung pecinan yang mungkin dibeberapa kota/kabupaten di Jawa Tengah pasti ada. Tak lupa kampung pribumi yang merupakan orang-orang pribumi asli dengan berbagai karakteristk dan bentuk bangunan yang mungkin masih ada yang tradisional.

Keragaman masyarakat Jawa Tengah juga membentuk sebuah akulturasi kebudayaan, mungkin kita bisa melihat beberapa kesenian daerah yang merupakan perpaduan antar etnis seperti di Pekalongan ada Tari ARJATI yang merupakan akulturasi kesenian atau tari yang menggabungkan unsur Arab, Jawa, Tionghoa, dimana tari tersebut menggunakan perpaduan alat musik tradisional dan modern seperti  Rebana, Gamelan,Gitar, Bass, Keyboard dan penari dengan unsur Arab, Jawa ataupun Tionghoa. Lagu yang dinyanyikan pun ada lagu Arab, Jawa dan Tionghoa

arjati
(Dokumentasi Pribadi, Tari Arjati)

Tidak hanya kesenian, sebuah produk kebudayaan pun mucul pertama kalinya di Jawa Tengah, yaitu Batik. Kita harus tahu sejarah mencatat bahwa Batik Indonesia sangat berkaitan dengan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran islam di Tanah Jawa yang kemudian dijelaskan lagi dengan adanya beberapa catatan pengembangan batik yang banyak dilakukan pada masa Mataram kemudian pada masa Kerajaan Solo dan Yogyakarta (Wikipedia).

batik fix
(Dokumentasi Internet)

Banyak kita jumpai berbagai macam motif batik dari berbagai daerah di Jawa tengah, ada motif batik Jlamprang diilhami dari motif kain India dan Arab, Batik Encim dan Klangenan dipengaruhi peranakan Cina, Batik Belanda, Batik Pagi Sore, dan Batik Jawa Hokokai yang tumbuh pesat sejak pendudukan Jepang, Motif Semarangan, Motif Banyumasan,dan lain sebagainya.

Dengan berbagai motif Batik yang beragam tersebut menjadikan Batik dinobatkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO pada Tanggal 02 Oktober 2009, dimana sejak itu dinobatkan sebagai Hari Batik Nasional. Di Jawa Tengah kita dapat melihat banyak koleksi batik tersebut di Museum Batik Indonesia yang berada di Kota Pekalongan. Museum Batik menyimpan ribuan koleksi batik, baik batik nusantara ataupun batik dari luar negeri. Selain menyimpan koleksi, di Museum Batik juga terdapat perpustakaan yang menyimpan beragam referensi buku mengenai batik, bahkan beberapa buku didapat dari luar negeri seperti belanda.

cropped-dsc03605.jpg
(Dokumentasi Pribadi)

Berbicara mengenai karakteristik wilayah,sejarah, budaya dan kondisi masyarakat Jawa Tengah sudah saya bahas, namun ada satu bahasan yang mungkin tidak banyak orang pahami bagaimana kekayaan Kuliner  di Jawa Tengah. Setiap Kota/Kabupaten di Jawa Tengah memiliki kuliner yang khas, bisa kita bayangkan bagaimana kuliner-kuliner tersebut jika kita dokumentasikan akan memakan banyak halaman. Contoh kecil saja yang mungkin kita tahu ada kuliner Soto. Pertanyaannya., ada berapa jenis Soto di Jawa Tengah ??? ada Soto Tauto Pekalongan, Soto Sokaraja, Soto Kudus, Soto Kemiri di Pati, Soto Bokoran Semarang, Soto Gading di Solo,Soto Boyolali, Soto Sangka di Banyumas, Sauto di Tegal serta masih banyak lagi varian soto. Kalo kita merunut sejarah soto  menurut Buku karya Dennys Lombard, soto dulu dipoopulerkan oleh orang Tionghoa dimana orang Tionghoa menyebutnya dengan nama Chaudo yang pertama kali dipopulerkan di semarang.

soto
(Varian Soto di Jawa Tengah, Dokumentasi Internet)

Bicara mengenai kuliner, adapula perpaduan kuliner dari berbagai etnis, ada Gulai Kacang Ijo, Nasi Kebuli yang nerupakan perpaduan Arab dan Jawa dimana diberbagai daerah pasti ada yang menjualnya. Adapula Ayam Karang Menanci Pekalongan yang merupakan perpaduan bumbu India dan Arab dipadukan dengan bumbu lokal yang ada sejak 70 tahun yang lalu, ada Lunpia yang merupakan perpaduan Tionghoa dan bumbu lokal, Kue Lekker yang dulunya merupakan roti dari belanda, di semarang ada Kue lekker Paimo yang cukup terkenal yang terletak didepan SMP Loyola Semarang. Olahan sayuran pun ada berbagai macam varian seperti Kluban, Pecel, Gudangan, Janganan, dan lain sebagainya.

MANGAN
(Beberapa Kuliner Jawa Tengah, Dokumentasi Internet)

Adapula kuliner olahan dari  hasil laut yang menjadi kuliner khas wilayah Pantura Jawa Tengah seperti Gulai Kepala Manyung, Mangut, Pecak Iwak Cucut, Pindang Serani, Cumi Item/Sotong bumbu, Srimping, Kerang dan masih banyak lagi.

Dengan berbagai varian kuliner khas ini tentunya mampu menarik para wisatawan sehingga beberapa kali acara liputan televisi mendokumentasikan berbagai macam kuliner khas Jawa Tengah. Kekayaan kuliner ini mampu menjadi sebuah sebuah Destinasi Wisata Kuliner Indonesia di Jawa Tengah. Wisatawan tidak hanya berkunjung menikmati wisata di Jawa Tengah namun juga mampu menikmati kuliner khas daerah dengan berbagai history dan penyajian kulinernya.

Saya patut berbangga sebagai warga Jawa Tengah, karena Jawa Tengah memiliki banyak potensi dari mulai potensi seni dan budaya, kuliner, kondisi alamnya yang indah serta berbagai macam keanekaragaman masyarakatnya, kreatifitas masyarakat dan komunitas di Jawa tengah yang sangat guyub membangun Jawa Tengah. Saya melihat potensi kreatifitas masyarakat di Jawa Tengah mulai muncul dari berbagai elemen komunitas. Dibeberapa daerah muncul komunitas dari berbagai latar belakang, ada komunitas Heritage yang bergerak pada bidang sejarah dan budaya, ada komunitas peduli lingkungan, peduli pendidikan dan sosial serta komunitas kesenian, musik dan komunitas Travel Blogger. Beberapa komunitas mampu bersinergi dalam menciptakan sebuah event di Jawa Tengah seperti Komunitas Jazz Ngisoringin Semarang yang mampu membuat event Loenpia Jazz skala nasional bahkan internasional, Pekan Batik di Pekalongan yang mampu membuat sinergi antara Pemerintah kota Pekalongan dengan Komunitas, Solo Batik Carnival, Solo Bamboo Biennale, Festival Komunitas yang pernah didakan di Semarang pada tahun 2014 serta banyak event lainnya yang mampu mendatangkan wisatawan dari luar untuk berkunjung di Jawa Tengah.

fest
(Event Komunitas, Dokumentasi Internet)

Perasaan saya begitu senang ketika Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah mulai merangkul komunitas dan masyarakat dalam mempromosikan pariwisata di Jawa Tengah. Berbagai upaya dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah mulai dengan mengggelar lomba foto serta lomba blog wisata Jawa Tengah. Hal ini menurut saya sebagai upaya positif ketika masyarakat diajak untuk berkolaborasi bersama.

Lomba Blog Jateng merupakan kegiatan yang sampai saat ini masih diminati oleh para Travel Blogger ataupun Blogger di Jawa Tengah maupun didaerah lainnya. Setahu saya Lomba Blog Jateng sudah diadakan beberapa kali dengan tema yang berbeda-beda. Alhamdulillah saya pernah sekali berpartisipasi ketika mengangkat tema “ Wisata kuliner Jawa Tengah “dan ini adalah partisipasi saya yang kedua

lomba blog jateng
(By @BlogJateng)

Upaya yang dibangun oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah membuat para masyarakat semakin aktif dalam mempromosikan pariwisata di Jawa Tengah dalam sebuah tulisan atau foto yang dimuat di blog, web atau akun sosial media masing-masing.

Upaya mempromosikan pariwisata juga dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah dengan membuat informasi pariwisata dalam sebuah web yang dikemas cukup informatif serta adanya link e-book yang berisikan tentang informasi  kuliner, informasi wisata dan event di Jawa Tengah. Disamping itu adapula majalah pariwisata, yaitu majalah Candi yang memuat seputar informasi Pariwisata dan Event di Jawa Tengah

web jateng
http://central-java-tourism.com/
ebook jateng
http://central-java-tourism.com/about-sta.html
majalah jateng
Majalah Candi
twitter visit
Twitter Dinbudpar Jateng : @VisitJawaTengah

Tidak bisa dipungkiri kalau saya banyak mendapatkan informasi pariwisata seperti ini dari konten web dan akun sosial media yang begitu informatif dibuat oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, dan itupun saya rasa terjadi pula pada sebagian banyak orang yang mencari informasi mengenai destinasi wisata di Jawa Tengah.  Betapa rasa cinta saya sebagai warga Jawa Tengah melihat kemajuan dalam berbagai aspek pariwisata di Jawa Tengah yang akhirnya membuat saya bangga untuk menjadi duta dalam mempromosikan pariwisata di Jawa Tengah. Upaya promosi senantiasa saya lakukan baik dalam akun sosial media, blog ataupun situs travel. Salah satu media travel online yang saya pakai adalah situs di garudasocialmiles, situs ini memuat banyak destinasi wisata menarik yang diupload dan dipromosikan oleh masing-masing individu yang bercerita mengenai keindahan sebuah destinasi wisata.

garudamilesew
http://www.garudasocialmiles.com/travelopedia

Garuda Socialmiles memberikan banyak informasi kepada saya, terutama mengenai keindahan sebuah destinasi wisata,Hal inilah yang mendorong saya agar dapat memberikan upaya promosi wisata dengan mengupload berbagai macam destinasi wisata yang ada di Jawa Tengah agar dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Jawa Tengah. Interaksi yang dibangun oleh para member sangat aplikatif dan memberikan banyak ruang kepada member untuk mengexplore destinasi wisata dari penjuru negeri.

Kesuksesan Pariwisata di Jawa Tengah tidak hanya tergantung kepada upaya Pemerintah saja dalam mengelola namun juga bagaimana kita sebagai masyarakat mampu mempunyai rasa memiliki agar kita senantiasa menjaga, merawat serta mempromosikan wisata didaerah kita dengan baik, terutama Pariwisata di Jawa Tengah.

Visit Jawa Tengah menjadi sebuah Branding yang kelak nantinya dapat mendatangkan para wisatawan untuk berkunjung ke Jawa Tengah, ketika banyak wisatawan muncul membuat ekonomi tumbuh, dan tentunya masyarakatlah yang akan menikmati hasilnya kelak..

Logo Visit Jawa Tengah
Logo Visit Jawa Tengah

Tidak banyak lagi yang akan saya ceritakan mengenai Ragam Wisata Jawa Tengah, namun di kalimat terakhir ini saya ingin mengutarakan bahwa Sungguh Indonesia itu Indah dan Jawa Tengah itu Menakjubkan !!!!!

blog wisata

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Jateng dengan Tema “ CINTA (WISATA) JAWA TENGAH Periode 01 Juni – 04 Juli 2015…

SEKOTENG PAK WAN

IMG_4502

Kalo mendengar nama Sekoteng pasti pikiran kita akan tertuju pada sebuah minuman hangat yang berbumbu jahe dan rempah-rempah lainnya. di Pekalongan Sekoteng bukanlah sebuah minuman hangat dengan berbumbu jahe dan kawan kawannya namun merupakan minuman yang menyegarkan dengan perpaduan Es, Susu, Sirup,  Roti Tawar, Miswa (bahan untuk campuran adonan roti yang terbuat dari ketan). Sirup yang digunakan pun merupakan sirup produksi sendiri oleh Pak Wan.

IMG_4505IMG_4509

Warung Sekoteng dan Nasi Pak Wan sudah ada sejak tahun 1989, sekarang sudah generasi kedua yaitu Pak Abdullah sebagai penerusnya. Sekoteng Pak Wan menjadi salah satu rekomendasi bagi masyarakat pekalongan untuk menikmati kesegaran sebuah minuman es. Sudah banyak masyaraat yang menjadi pelanggan di Warung Pak Wan, selain menikmati Sekoteng di waung Pak Wan juga menyediakan Nasi Megono dengan berbagai menu dan bumbu seperti acar, oseng tempe, mie bihun.untuk menikmati seporsi Sekoteng cukup dengan Rp. 7.000.