RAGAM WISATA JAWA TENGAH (Upaya Mengenalkan Potensi Wisata Jawa Tengah )

petajawa

Jawa Tengah, salah satu propinsi di Indonesia yang mempunyai Luas wilayah 34.548 km², atau sekitar 28,94% dari luas pulau Jawa. Propinsi Jawa Tengah terdiri 29 Kabupaten dan 6 Kotamadya. Banyak hal yang perlu kita ketahui mengenai Jawa Tengah dari mulai wisata, sejarah,budaya hingga kondisi sosial masyarakatnya.

Dari sisi karakteristik alam, Jawa Tengah mempunyai beberapa Gunung yang masih aktif seperti Gunung Merapi, Gunung Slamet, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro Sumbing, Pegunungan Dieng, dan lain –lain. Gunung-gunung tersebut meskipun termasuk dalam kategori gunung yang aktif namun menyimpan keindahan yang cukup menarik bagi para wisatawan. Kita dapat melihat Sunrise dibeberapa spot seperti Posong di Temanggung, Ketep Pass dan Putuk Setumbu di Magelang, Puncak Dieng di Wonosobo. Disamping itu beberapa kawasan pegunungan tersebut juga merupakan kawasan yang disukai oleh para pendaki dan wisatawan dalam menikmati sejuknya udara dan keindahan alamnya.

gunung
(Dokumentasi Internet)

Karakteristik alam, di Jawa Tengah juga memiliki potensi Pantai yang cukup indah, terdapat beberapa wilayah bagian Pantai Utara Jawa tengah yang memiliki keindahan alam pantai. Ada Pantai Kartini di Jepara, Pantai Pasir Kencana di Pekalongan, Pantai Widuri di Pemalang, Pantai Celong dan Ujungnegoro di Batang, serta yang tak kalah menarik adalah Karimun Jawa yang memiliki pantai yang indah, pasir putih serta terumbu karang yang menarik. Hmmmmm…sepertinya kondisi alam di Jawa tengah mempunyai potensi yang cukup menarik untuk kita Explore walaupun saya pribadi beberapa belum pernah mengunjungi potensi destinasi wisata alam di Jawa Tengah namun paling tidak saya mendapat infomasi dari berbagai teman dan info di media online. Beberapa mungkin bisa kita lihat destinasi wisata alam yang indah di Jawa Tengah, dimana saya mengambil gambar terbut dari media internet.

pantai
(Dokumentasi Internet)

Bicara mengenai Jawa Tengah tak luput dengan kondisi sejarah dan budayanya. Dari kondisi sejarah dapat diketahui dari catatan I-Tsing, Hwui-Ning serta prasasti-prasasti yang ditemukan didaerah Jawa Tengah dimana bukti-bukti catatan dan prasasti tersebut memberikan informasi bahwa daearah Jawa Tengah pada saat itu sudah menjadi pusat peradaban yang cukup maju dengan kondisi tanahnya yang sangat kaya serta rakyatnya hidup tentram dan makmur.

Orang Tiong Hoa menyebut Jawa Tengah dengan nama Kaling. Mengingat nama Kaling yang hampir sama dengan Kalingga, maka diperkirakan bangsa Hindu yang datang ke Jawa Tengah berasal dari Kalingga. Dikatakan bahwa Maharaja Harsa (606-648) M) di Hindustan Utara selalu menyerang kerajaan Kalingga (www.pendidikan4sejarah.blogspot.com).

Tidak bisa dipungkiri, bahwa sejarah Jawa Tengah tidak luput dari sebuah akulturasi budaya, dimana dapat ditemui berbagai catatan dari orang Tionghoa ataupun orang pribumi yang dulunya merupakan orang Hindu dari Kerajaan Kalingga, hingga akhirnya agama Islam masuk melalui Kerajaan Mataram Kuno menjadi awal peradaban islam terbentuk di Jawa tengah. Keanekaragam budaya tersebut yang akhirnya membentuk sebuah kondisi sosial masyarakat yang saling ber toleransi satu sama lain sampai sekarang ini.

candi
(Dokumentasi Internet)

Jawa Tengah memiliki keragaman budaya baik kesenian ataupun upacara adat kedaerahan. Untuk kesenian ada berbagai macam seperti Tari Sintren yang popular di wilayah Jawa Tengah bagian PANTURA, Tari Langen Asmara adalah tari tradisi gaya Surakarta, Tari Bambang Cakil yang merupakan salah satu tari klasik yang ada di Jawa khususnya Jawa Tengah, selain Tarian adapula kesenian seperti wayang kulit yang sudah diakui dunia sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco, serta tembang-tembang (lagu lagu ) jawa yang diiringi oleh gamelan (alat musik) yang juga dikenal dengan campursari, ketoprak yang merupakan pertunjukan seni peran khas dari jawa Tengah. Selain kesenian, adapula upacara adat atau tradisi di Jawa tengah yang sampai saat ini masih dilestarikan, seperti  Tedhak Sinten, dimana upacara ini dilakukan ketika seorang bayi berusia tujuh bulan. Upacara ini dimasudkan agar kelak si bayi menjadi mandiri di masa depan. Untuk acara adat yang lainnya adapula Sekatenan yang merupakan upacara kerajaan yang dilaksanakan selama tujuh hari, konon asal-usul upacara ini sejak kerajaan Demak. Adapula Sekaten, Kenduren,Grebeg (Solo) dan masih banyak lagi.

seni
(Dokumentasi Internet)

Dari kondisi sejarah dan budaya tersebut dapat saya pahami bahwa masyarakat Jawa Tengah kental dengan budaya jawa. Sebagian masyarakat di Jawa Tengah adalah masyarakat Jawa, karena di Jawa Tengah sendiri dikenal dengan pusat kebudayaan Jawa. Kalo saya melihat kebudayaan ini terbentuk karena di Jawa Tengah merupakan pusat dua kerajaan yang sampai saat ini masih berpengaruh, yaitu Keratonan Solo dan Jogjakarta. Tidak hanya penduduk lokal jawa saja namun juga ada beberapa penduduk Arab dan Tionghoa yang cukup berpengaruh dalam kondisi sosial masyarakat di Jawa Tengah. Orang-orang arab dan Tionghoa dulu hadir ketika pada jaman kolonial dimana para nenek moyangnya merupakan pedagang yang datang ke Jawa Tengah. Tidak heran jika sebagian besar masyarakat Arab dan Tionghoa yang ada di Jawa Tengah bekerja sebagai pedagang atau pengusaha.  Keragaman etnis masyarakat tersebut membentuk suatu simpul keberagaman yang indah dan harmonis dalam kondisi sosial masyarakat di Jawa Tengah. Tanpa disadari dari berbagai keragaman tersebut muncul kampung-kampung dari etnis tersebut. Ada kampung arab, kampung pecinan yang mungkin dibeberapa kota/kabupaten di Jawa Tengah pasti ada. Tak lupa kampung pribumi yang merupakan orang-orang pribumi asli dengan berbagai karakteristk dan bentuk bangunan yang mungkin masih ada yang tradisional.

Keragaman masyarakat Jawa Tengah juga membentuk sebuah akulturasi kebudayaan, mungkin kita bisa melihat beberapa kesenian daerah yang merupakan perpaduan antar etnis seperti di Pekalongan ada Tari ARJATI yang merupakan akulturasi kesenian atau tari yang menggabungkan unsur Arab, Jawa, Tionghoa, dimana tari tersebut menggunakan perpaduan alat musik tradisional dan modern seperti  Rebana, Gamelan,Gitar, Bass, Keyboard dan penari dengan unsur Arab, Jawa ataupun Tionghoa. Lagu yang dinyanyikan pun ada lagu Arab, Jawa dan Tionghoa

arjati
(Dokumentasi Pribadi, Tari Arjati)

Tidak hanya kesenian, sebuah produk kebudayaan pun mucul pertama kalinya di Jawa Tengah, yaitu Batik. Kita harus tahu sejarah mencatat bahwa Batik Indonesia sangat berkaitan dengan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran islam di Tanah Jawa yang kemudian dijelaskan lagi dengan adanya beberapa catatan pengembangan batik yang banyak dilakukan pada masa Mataram kemudian pada masa Kerajaan Solo dan Yogyakarta (Wikipedia).

batik fix
(Dokumentasi Internet)

Banyak kita jumpai berbagai macam motif batik dari berbagai daerah di Jawa tengah, ada motif batik Jlamprang diilhami dari motif kain India dan Arab, Batik Encim dan Klangenan dipengaruhi peranakan Cina, Batik Belanda, Batik Pagi Sore, dan Batik Jawa Hokokai yang tumbuh pesat sejak pendudukan Jepang, Motif Semarangan, Motif Banyumasan,dan lain sebagainya.

Dengan berbagai motif Batik yang beragam tersebut menjadikan Batik dinobatkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO pada Tanggal 02 Oktober 2009, dimana sejak itu dinobatkan sebagai Hari Batik Nasional. Di Jawa Tengah kita dapat melihat banyak koleksi batik tersebut di Museum Batik Indonesia yang berada di Kota Pekalongan. Museum Batik menyimpan ribuan koleksi batik, baik batik nusantara ataupun batik dari luar negeri. Selain menyimpan koleksi, di Museum Batik juga terdapat perpustakaan yang menyimpan beragam referensi buku mengenai batik, bahkan beberapa buku didapat dari luar negeri seperti belanda.

cropped-dsc03605.jpg
(Dokumentasi Pribadi)

Berbicara mengenai karakteristik wilayah,sejarah, budaya dan kondisi masyarakat Jawa Tengah sudah saya bahas, namun ada satu bahasan yang mungkin tidak banyak orang pahami bagaimana kekayaan Kuliner  di Jawa Tengah. Setiap Kota/Kabupaten di Jawa Tengah memiliki kuliner yang khas, bisa kita bayangkan bagaimana kuliner-kuliner tersebut jika kita dokumentasikan akan memakan banyak halaman. Contoh kecil saja yang mungkin kita tahu ada kuliner Soto. Pertanyaannya., ada berapa jenis Soto di Jawa Tengah ??? ada Soto Tauto Pekalongan, Soto Sokaraja, Soto Kudus, Soto Kemiri di Pati, Soto Bokoran Semarang, Soto Gading di Solo,Soto Boyolali, Soto Sangka di Banyumas, Sauto di Tegal serta masih banyak lagi varian soto. Kalo kita merunut sejarah soto  menurut Buku karya Dennys Lombard, soto dulu dipoopulerkan oleh orang Tionghoa dimana orang Tionghoa menyebutnya dengan nama Chaudo yang pertama kali dipopulerkan di semarang.

soto
(Varian Soto di Jawa Tengah, Dokumentasi Internet)

Bicara mengenai kuliner, adapula perpaduan kuliner dari berbagai etnis, ada Gulai Kacang Ijo, Nasi Kebuli yang nerupakan perpaduan Arab dan Jawa dimana diberbagai daerah pasti ada yang menjualnya. Adapula Ayam Karang Menanci Pekalongan yang merupakan perpaduan bumbu India dan Arab dipadukan dengan bumbu lokal yang ada sejak 70 tahun yang lalu, ada Lunpia yang merupakan perpaduan Tionghoa dan bumbu lokal, Kue Lekker yang dulunya merupakan roti dari belanda, di semarang ada Kue lekker Paimo yang cukup terkenal yang terletak didepan SMP Loyola Semarang. Olahan sayuran pun ada berbagai macam varian seperti Kluban, Pecel, Gudangan, Janganan, dan lain sebagainya.

MANGAN
(Beberapa Kuliner Jawa Tengah, Dokumentasi Internet)

Adapula kuliner olahan dari  hasil laut yang menjadi kuliner khas wilayah Pantura Jawa Tengah seperti Gulai Kepala Manyung, Mangut, Pecak Iwak Cucut, Pindang Serani, Cumi Item/Sotong bumbu, Srimping, Kerang dan masih banyak lagi.

Dengan berbagai varian kuliner khas ini tentunya mampu menarik para wisatawan sehingga beberapa kali acara liputan televisi mendokumentasikan berbagai macam kuliner khas Jawa Tengah. Kekayaan kuliner ini mampu menjadi sebuah sebuah Destinasi Wisata Kuliner Indonesia di Jawa Tengah. Wisatawan tidak hanya berkunjung menikmati wisata di Jawa Tengah namun juga mampu menikmati kuliner khas daerah dengan berbagai history dan penyajian kulinernya.

Saya patut berbangga sebagai warga Jawa Tengah, karena Jawa Tengah memiliki banyak potensi dari mulai potensi seni dan budaya, kuliner, kondisi alamnya yang indah serta berbagai macam keanekaragaman masyarakatnya, kreatifitas masyarakat dan komunitas di Jawa tengah yang sangat guyub membangun Jawa Tengah. Saya melihat potensi kreatifitas masyarakat di Jawa Tengah mulai muncul dari berbagai elemen komunitas. Dibeberapa daerah muncul komunitas dari berbagai latar belakang, ada komunitas Heritage yang bergerak pada bidang sejarah dan budaya, ada komunitas peduli lingkungan, peduli pendidikan dan sosial serta komunitas kesenian, musik dan komunitas Travel Blogger. Beberapa komunitas mampu bersinergi dalam menciptakan sebuah event di Jawa Tengah seperti Komunitas Jazz Ngisoringin Semarang yang mampu membuat event Loenpia Jazz skala nasional bahkan internasional, Pekan Batik di Pekalongan yang mampu membuat sinergi antara Pemerintah kota Pekalongan dengan Komunitas, Solo Batik Carnival, Solo Bamboo Biennale, Festival Komunitas yang pernah didakan di Semarang pada tahun 2014 serta banyak event lainnya yang mampu mendatangkan wisatawan dari luar untuk berkunjung di Jawa Tengah.

fest
(Event Komunitas, Dokumentasi Internet)

Perasaan saya begitu senang ketika Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah mulai merangkul komunitas dan masyarakat dalam mempromosikan pariwisata di Jawa Tengah. Berbagai upaya dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah mulai dengan mengggelar lomba foto serta lomba blog wisata Jawa Tengah. Hal ini menurut saya sebagai upaya positif ketika masyarakat diajak untuk berkolaborasi bersama.

Lomba Blog Jateng merupakan kegiatan yang sampai saat ini masih diminati oleh para Travel Blogger ataupun Blogger di Jawa Tengah maupun didaerah lainnya. Setahu saya Lomba Blog Jateng sudah diadakan beberapa kali dengan tema yang berbeda-beda. Alhamdulillah saya pernah sekali berpartisipasi ketika mengangkat tema “ Wisata kuliner Jawa Tengah “dan ini adalah partisipasi saya yang kedua

lomba blog jateng
(By @BlogJateng)

Upaya yang dibangun oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah membuat para masyarakat semakin aktif dalam mempromosikan pariwisata di Jawa Tengah dalam sebuah tulisan atau foto yang dimuat di blog, web atau akun sosial media masing-masing.

Upaya mempromosikan pariwisata juga dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah dengan membuat informasi pariwisata dalam sebuah web yang dikemas cukup informatif serta adanya link e-book yang berisikan tentang informasi  kuliner, informasi wisata dan event di Jawa Tengah. Disamping itu adapula majalah pariwisata, yaitu majalah Candi yang memuat seputar informasi Pariwisata dan Event di Jawa Tengah

web jateng
http://central-java-tourism.com/
ebook jateng
http://central-java-tourism.com/about-sta.html
majalah jateng
Majalah Candi
twitter visit
Twitter Dinbudpar Jateng : @VisitJawaTengah

Tidak bisa dipungkiri kalau saya banyak mendapatkan informasi pariwisata seperti ini dari konten web dan akun sosial media yang begitu informatif dibuat oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, dan itupun saya rasa terjadi pula pada sebagian banyak orang yang mencari informasi mengenai destinasi wisata di Jawa Tengah.  Betapa rasa cinta saya sebagai warga Jawa Tengah melihat kemajuan dalam berbagai aspek pariwisata di Jawa Tengah yang akhirnya membuat saya bangga untuk menjadi duta dalam mempromosikan pariwisata di Jawa Tengah. Upaya promosi senantiasa saya lakukan baik dalam akun sosial media, blog ataupun situs travel. Salah satu media travel online yang saya pakai adalah situs di garudasocialmiles, situs ini memuat banyak destinasi wisata menarik yang diupload dan dipromosikan oleh masing-masing individu yang bercerita mengenai keindahan sebuah destinasi wisata.

garudamilesew
http://www.garudasocialmiles.com/travelopedia

Garuda Socialmiles memberikan banyak informasi kepada saya, terutama mengenai keindahan sebuah destinasi wisata,Hal inilah yang mendorong saya agar dapat memberikan upaya promosi wisata dengan mengupload berbagai macam destinasi wisata yang ada di Jawa Tengah agar dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Jawa Tengah. Interaksi yang dibangun oleh para member sangat aplikatif dan memberikan banyak ruang kepada member untuk mengexplore destinasi wisata dari penjuru negeri.

Kesuksesan Pariwisata di Jawa Tengah tidak hanya tergantung kepada upaya Pemerintah saja dalam mengelola namun juga bagaimana kita sebagai masyarakat mampu mempunyai rasa memiliki agar kita senantiasa menjaga, merawat serta mempromosikan wisata didaerah kita dengan baik, terutama Pariwisata di Jawa Tengah.

Visit Jawa Tengah menjadi sebuah Branding yang kelak nantinya dapat mendatangkan para wisatawan untuk berkunjung ke Jawa Tengah, ketika banyak wisatawan muncul membuat ekonomi tumbuh, dan tentunya masyarakatlah yang akan menikmati hasilnya kelak..

Logo Visit Jawa Tengah
Logo Visit Jawa Tengah

Tidak banyak lagi yang akan saya ceritakan mengenai Ragam Wisata Jawa Tengah, namun di kalimat terakhir ini saya ingin mengutarakan bahwa Sungguh Indonesia itu Indah dan Jawa Tengah itu Menakjubkan !!!!!

blog wisata

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Jateng dengan Tema “ CINTA (WISATA) JAWA TENGAH Periode 01 Juni – 04 Juli 2015…