Cimpring dan Keripik Andil, Khazanah Jajanan Tradisional yang (tak) Terlupakan di Desa Candiareng

Nama Cimpring dan Keripik Andil mungkin tidak banyak masyarakat mengetahui, namun untuk masyarakat pekaongan, batang dan sekitarnya pasti mengetahuinya. Cimpring merupakan jajanan /snack tradisional yang menggunakan singkong sebagai bahan dasar. Dulu waktu kecil orangtua saya senang sekail dengan jajanan ini, bahkan menjadi menu wajib untuk teman nge teh atau ngopi.

Memang sekarang keberadaan jajanan ini cukup sulit untuk didapat kecuali jika kita mau menjelajah ke pasar-pasar tradisional. Sudah banyak jajanan yang lebih modern yang akhirnya membuat jajanan dan Keripik Andil ini tidak banyak juga diketahui oleh remaja atau anak-anak muda jaman sekarang. Padahal cimpring dan Keripik Andil bagi saya merupakan jajanan yang enak, gurih, serta cukup renyah.

Kebetulan waktu itu saya sedang jalan-jalan disekitar Desa Candiareng Kabupaten Batang. Saya diajak oleh teman untuk melihat proses produksi Cimpring dan Keripik Andil. Kesan pertama saya ketika melihat home industri tersebut sangatlah mengagumkan, dengan menggunakan rumah dan halaman belakang sebagai proses produksi serta pegawai yang sebagian besar adalah ibu-ibu.

Rumah Produksi Cimpring dan Keripik Andil
Rumah Produksi Cimpring dan Keripik Andil

Kebetulan saat itu saya berkunjung dirumah Pak Sutarno, beliau merupakan salah satu pelaku di industri pembuatan Cimpring dan Keripik Andil di Desa Candiareng. Pak Sutarno merupakan generasi kedua, ibunya yang bernama Bu Napsiah merupakan pelopornya. Produk yang dihasilkan hanyakah Cimpring dan Keripik Andil, dimana proses pembuatannya menggunakan bahan dasar singkong.

Singkong sebagai Bahan Dasar
Singkong sebagai Bahan Dasar

Semakin penasaran kan dengan Cimpring ditambah dengan Keripik Andil. Menurut cerita Pak Sutarno, produksi Cimpring dan Keripik Andil ini sudah sejak tahun 1980an dimana ibunya dulu menjadi pelopor di desanya. Dalam setiap harinya Pak Sutarno menghabiskan 3 kuintal singkong yang diolah menjadi Cimpring dan Keripik Andil dengan distribusi pemesanan di Batang dan sekitarnya dengan merk Ragil Putra.

Proses Pengupasan Singkong
Proses Pengupasan Singkong

Seiring perkembangan jaman dan banyaknya jajanan – jajanan varian baru, tidak menjadikan Pak Sutarno berhenti mengelola industri tradisional ini, Pak Sutarno menganggap bahwa jajanan tradisional ini perlu untuk terus dikembangkan agar generasi sekarang tahu bahwa pada jaman dahulu jajanan ini merupakan jajanannya masyarakat. Untuk itu Pak Sutarno berusaha keras meneruskan usaha orangtiuanya untuk terus memproduksi Cimpring dan Keripik Andil

Dalam memperoduksi Cimpring dan Keripik Andil prosesnya masih sangat sederhana, tidak menggunakan alat khusus hanya menggunakan alat yang dibuat oleh beliau sendiri untuk menghaluskan singkong yang nantinya menjadi bahan dasar utama.

Alat Penggilingan Singkong
Alat Penggilingan Singkong

Ada perbedaan dalam membuat Cimpring dan Keripik Andil meskipun keduanya menggunakan bahan dasar yang sama. Proses pembuatan Cimpring ada beberapa tahap :

  • Singkong dikuliti dan dicuci bersih
  • Kemudian singkong yang sudah bersih digiling di mesin penggilingan
  • Hasil singkong yang sudah digiling halus lalu dicampur dengan bumbu. Bumbu itu sendiri diantaranya adalah  bawang putih, merica, ketumbar, garam, kemiri yang ditumbuk dalam satu wadah. Yang menarik dalam pencampuran bumbu ini, bumbu masih dikerjakan oleh bu napsiah selaku pelopor utama. Meskipun usia bu napsiah yang sudah tua namun beliau masih mengolah bumbunya sendiri
  • Setelah singkong diberi bumbu, diletakkan dimeja cetak untuk dicetak bulat menggunakan alat yang sederhana
  • Setelah dicetak lalu singkong yang telah menjadi bahan dasar cimpring dijemur sekitar 5 jam
  • Proses penjemuran selesai cimpring bisa langsung digoreng
Proses Pembumbuan
Proses Pembumbuan
Proses Pencetakan
Proses Pencetakan
Proses Penjemuran
Proses Penjemuran
Cimpring Yang Sudah Jadi
Cimpring Yang Sudah Jadi

Cukup sederhana dalam membuat cimpring karena tidak emnggunakan alat dan bahan yang sulit. Pak Sutarno menjual Cimpring per buahnya dengan harga Rp.35.

Setelah mengetahui proses pembuatan Cimpring tidak pas jika tidak saya sampaikan proses pembuatan Keripik Andil. Pada dasarnya proses pembuatannya sama hanya beda dalam pencetakan, proses pembuatan keripik andil tersebut diantaranya :

  • Singkong dikuliti dan dicuci bersih
  • Singkong diigiling dengan menggunakan alat penggilingan
  • Singkon lalu dicetak bulat membentuk bulatan yang tidak terlalu kecil
  • Setelah dicetak singkong lalu direbus selama beberapa menit
  • Setelah proses perebusan, singkong dipiih untuk dapat dilanjutkan di proses berikutnya, perlu dipilih dan dipilah karena untuk mendapatkan hasil Keripik Andil yang baik tentunya juga menggunakan bahan yang baik dan cetakan yang baik
  • Salah satu yang membuat perbedaan dalam proses pembuatan Cimpring dan Keripik Andil adalah proses pembumbuannya. Proses pembumbuan Keripik andil ketika bahan dasarnya sudah direbus dan dipilah. Yang menarik adalah bumbu yang digunakan sama dengan bumbu Cimpring.
Proses Penggilingan
Proses Penggilingan
Proses Pencetakan
Proses Pencetakan
Proses Perebusan
Proses Perebusan
Proses Pemilahan
Proses Pemilahan
Proses Pengeringan
Proses Pengeringan

Keripik Andil dijual per kilo dengan harga RP. 20.000, sebuah harga murah yang bisa kita dapat dengan menikmati kelezatan Keripik Andil yang gurih dan renyah. Kenikmatan Cimpring dan Keripik Andil saya nikmati siang itu bersama teman-teman, sebuah sensasi yang luar biasa ketika menikmati jajanan tersebut langsung di lokasi pembuatannya.

DSC04598
Foto Bersama Ibu Napsiah

Ahhhhhh….semoga kenikmatan jajanan ini terus berlanjut sampai ke tahun-tahun berikutnya agar tidak tenggelam oleh adanya varian jajanan baru yang lebih modern. Perlu untuk kita terus melestarikan jajanan tradisional karena dengan ini kita dapat bersumbangsih dalam membangun eknomi masyarakat kecil serta membangun simpul sejarah kuliner tradisional.

Untuk ke lokasi Desa Candiareng dapat ditempuh dengan perjalanan darat melewati Kabupaten Batang dengan waktu tempuh sekitar setengah jam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s