Ketika Sungai Menjadi Perbincangan dalam Kongres Sungai Indonesia 2015

logo kongres

Sungaiii ???? terkadang kita menganggap sungai hanya sebuah aliran air yang tidak mempunyai manfaat bagi kehidupan kita. Seringkali kita memperlakukan sungai sebagai tempat pembuangan, baik pembuangan limbah, sampah ataupun untuk buang air kecil/buang air besar. Sebuah kenyataan yang cukup miris, padahal sungai merupakan sebuah aliran kehidupan bagi kita sebagai makhluk hidup. Sungai mengalirkan mata air bagi keberlangsungan hidup dan kelestarian lingkungan. Namun sungai sekarang menjadi kotor karena perlakuan kita yang tidak bersahabat. Kita tidak tahu bahwa sungai menyimpan peradaban yang luar biasa, dari sungai terdapat berbagai macam kehidupan dibawah air, dari sungai tumbuhan menjadi subur, dari sungai menjadi aliran yang dapat kita gunakan sebagai sumber mata air.

DSC04475
  Sungai Serayu, Banjarnegara

Berbagai macam persoalan mengenai pencemaran sungai terjadi di Indonesia, hampir disetiap daerah terjadi permasalahan mengenai sungai. Kita tidak tahu bahwa budaya peradaban leluhur kita yang sangat menjaga kelestarian sungai mengajarkan kita untuk bersyukur bahwa tuhan menciptakan sungai dengan air yang mengalir sebagai sumber penghidupan makhluk hidup. Semestinya anugerah ini kita jaga dan kita lestarikan dengan baik.

tercemar 2
Permasalahan Sungai
tercemar 1
Permasalahan Sungai

Permasalahan-permasalahan mengenai sungai menjadi bahan diskusi bagi teman-teman yang aktif dalam pelestarian sungai, tentunya persoalan tersebut akan menjadi menarik ketika para teman-teman pegiat sungai dari seluruh nusantara dapat berkumpul dan duduk bersama untuk membahas permasalahan tersebut. Gayung bersambut melalui Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diadakanlah Kongres Sungai Indonesia pada tangal 26 agustus- 20 Agustus 2015. Kongres ini merupakan kongres yang pertama kalinya diadakan di indonesia dengan tuan rumah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Pemilihan Kabupaten Banjarnegara tentunya karena di Kabupaten Banjarnegara memiliki Sungai Serayu yang merupakan salah satu sungai terbesar di Indonesia yang melewati 6 Kabupaten sekaligus.

Tanpa diduga saya menjadi salah satu dari peserta Kongres Sungai tersebut, kebetulan saya mendapat email langsung dari panitia untuk menjadi peserta dalam kegiatan tersebut. Tentunya sebuah event yang tidak akan saya lewatkan karena kegiatan ini sangatlah positif, saya bisa bertemu dengan para pegiat sungai diseluruh nusantara begitupula akan banyak pengetahuan dari berbagai naarsumber baik dari Kementrian ataupun dari para pelaku/pegiat sungai yang sudah sukses dalam hal tersebut.

Kabupaten Banjarnegara salah satu daerah yang belum pernah saya singgahi, tentunya akan menjadi pengalaman yang menarik pula bagi saya untuk menikmati kesejukan udara yang dingin.

Dalam kongres Sungai saya berada pada komisi 6 yang membahas mengenai ekowisata sebagai budaya dalam pelestarian sungai. Kebetulan saya sangat tertarik dalam hal pariwisata dan tema ini sangat cocok bagi saya. Ada banyak peserta yang saya jumpai kurang lebih hampir 500 orang berkumpul dari penjuru nusantara, ada dari papua, sulawesi, kalimantan, sumatera dan pulau jawa sendiri. Selain presentasi dari narasumber kami sebagai peserta pun dharuskan untuk diskusi memberikan solusi dan membuat rencana dalam pengembangan tema tersebut dari segi komunitas.

Suasana Diskusi Komisi 6
Suasana Diskusi Komisi 6
Sesi Diskusi Umum
Sesi Diskusi Umum

Oiya,,dalam kongres tersebut semua unsur benar-benar dilibatkan, ada unsur dari komunitas/LSM, Kementrian, SKPD, Pegiat sungai serta Akademisi. Sebuah unsur yang dapat memberikan persepsi dari berbagai pihak yang nantinya akan menjadi sebuah rumusan bersama dari berbagai pemikiran.

Pembukaan Kongres Sungai dibuka oleh Puan Maharani mewakili dari Pemerintah Pusat, namun pada pembukaan tersebut saya belum datang dikarenakan hari kedua saya baru datang dan mengikuti kongres.

Karena saya baru hadir di hari kedua, saya mungkin akan banyak cerita dari awal kedatangan, pertama kalinya momen ini sangat membuat saya terpana dengan beragam acara yang ditampilkan dalam Kongres Sungai dari mulai diskusi serta ramah tamah mengenal satu sama lain. Banyak inovasi yang dilakukan oleh para peserta salah satunya yang membuat saya tertarik adalah pembuatan kapal sampah dengan menggunakan alumunium yang dilakukan oleh peserta dari Jogjakarta.

Inovasi Perahu Sampah
Inovasi Perahu Sampah

Tidak hanya itu, banyak keunikan lain diantaranya adalah saya dibuat terkejut ketika acara kongres selesai saya dan para peserta diberi penginapan di tenda / barak tentara yang berada di pinggir Sungai Serayu, tepatnya di Pikas Resort. Saya pun cukup tercengang bisa menginap dengan tenda yang cukup besar dan mendapat kasur lipat khas tentara indonesia, sebuah pengalaman yang sangat luar biasa bagi saya.

Tenda Untuk Menginap
Tenda Untuk Menginap

Tidak hanya sampai disitu, untuk makan pun saya dan para peserta lain mendapatkan sajian hidangan dari bapak-bapak tentara, dalam makan pun kami harus menyesuaikan tata tertib dari bapak-bapak tentara tersebut dari mulai mengambil piring saji, mengantri, menghabiskan makanan sampai mencuci piring saji sendiri. Ahhhh,,sungguh pengalaman yang menarik bagi saya apalagi menu masakan yang dimasak sangatlah enak.

Barak Makan
Barak Makan
Soto, Salah Satu Menu Makanan Para Peserta
Soto, Salah Satu Menu Makanan Para Peserta

Acara demi acara saya ikuti, kebetulan pada hari jumat siang tanggal 28 Agustus 2015 kedatangan  Menteri Pekerjaan Umum Bapak Basuki, diskusi kami semakin menjurus pada program-program pemerintah pusat dalam hal penanganan sungai. Muncul berbagai pendapat dimana dalam pengelolaan sungai belum memiliki kebijakan yang berkelanjutan, dalam birokrasi saja masih adanya beberapa kementrian yang mengelola sungai, pemerintah belum satu pintu dalam mengatur kebijakan tentang sungai sehingga satu kebijakan dengan yang lain saling tumpang tindih. Dalam kongres ini tentu saja dalam setiap diskusi dicari solusi bersama, dan bapak basuki sangat responsif dalam setiap masukan dan bersama-sama membangun komitmen dalam melestarikan sungai-sungai di indonesia.

Mentri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Memaparkan Materi
Mentri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Memaparkan Materi

Meskipun kegiatan Kongres Sungai ini lebih banyak diskusi namun kegiatan refreshing pun tetap ada, saya dan peserta yang lain dapat menikmati sejuknya udara di Banjarnegara, melihat derasnya Sungai Serayu yang mengalir. Berkeinginan juga untuk Rafting, namun apa daya karena padatnya acara saya hanya buisa menikmati keindahan sungai serayu.

Selfie di Sungai Serayu, Banjarnegara
Selfie di Sungai Serayu, Banjarnegara

Kegiatan Kongres Sungai ditutup pada hari minggu tanggal 30 Agustus 2015 dengan puncak acara adalah ada tradisi Parak iwak, dimana tradisi tersebut sebagai budaya masyarakat mengambil ikan yang ada di Sungai Serayu sebagai wujud keberkahan yang ada di dalam sungai.

Pesta Parak Iwak, Doc By Merdeka.com
Pesta Parak Iwak, Doc By Merdeka.com

Tidak lupa dalam penutupan tersebut Gubernur Jawa Tengah Bapak Ganjar Pranowo menutup dan diakhiri dengan pembacaan maklumat sungai. Hmmm….tentunya kongres ini bukan sekedar kongres, kami mencoba menggali permasalahan, menggalin potensi, mencari solusi dan membangun harapan bersama untuk Sungai indonesia.. semoga lestari terus alamku, mengalir indah sungaiku sebagai wujud peradaban yang senantiasa kita syukuri…

Salamm….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s