Eliza Van Zuylen, Sang Maestro Batik Indo Eropa

Siapa yang tidak tahu tentang Batik ?? salah satu produk kerajinan Indonesia yang mendunia. Menurut Wikipedia kata “batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: “amba”, yang bermakna “menulis” dan “titik” yang bermakna titik. Di Indonesia ada berbagai macam motif Batik yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda disetiap daerah. Salah satu motif yang mungkin kita ketahui adalah Motif Mega Mendung dari Cirebon, Motif Parang dari Solo hingga Motif Jlamprang dari Pekalongan. Berbagai motif disetiap daerah biasanya mencirikan kondisi daerahnya sehingga setiap motif memiliki filosofis masing-masing. Jika kita tahu adapula motif Batik yang dipengaruhi oleh budaya dari luar. seperti Motif Batik Jawa Hokokai yang merupakan pengaruh dari Jepang, Motif Encim dari Tionghoa serta Motif Buketan dari pengaruh Eropa.

Motif-motif Batik pengaruh dari luar dibawa oleh orang-orang pendatang ketika menginjakkan kaki di nusantara. Seperti kita ketahui bahwa masa penjajahan Jepang pengaruh motif batik disesuaikan dengan budaya jepang salah satunya adalah bunga sakura yang ada di motif batik Jawa Hokokai. Begitupula ketika masa penjajahan belanda motif Buketan menjadi motif khas para ekspatriat pada masa itu yang disesuaikan dengan motif lokal. Batik Indo Eropa mulai berkembang antara tahun 1840 – 1940 di Pekalongan hingga akhirnya menjadi pasar batik di tingkat nasional ataupun internasional.

Ada beberapa pengrajin Batik Eropa pada saat itu seperti en Matzelar , Simonet, Eliza Van Zuylen  AJF Jans. Eliza van Zuylen adalah salah satu maestro Batik Indo Eropa yang cukup menarik perhatian saya. Eliza van Zuylen merupakan warga negara Belanda yang hidup antara tahun 1863 – 1947. Eliza Van Zuylen mempunyai nama asli Eliza Charlotta Niessen, beliau menetap di Pekalongan karena suaminya Alphons Van Zuylen merupakan seorang Pejabat Penilik dari Belanda yang ditugaskan di Pekalongan pada saat itu.

Foto Eliza Van Zuylen beserta keluarga besarnya
Foto Eliza Van Zuylen beserta keluarga besarnya

Menarik bagi saya untuk lebih mengetahui tentang batik, terutama Batik Indo Eropa. Karya Eliza Van Zuylen merupakan salah satu karya yang dicari pada saat itu sampai saat ini. Motif yang dikembangkan Eliza Van Zuylen adalah motif buketan bunga, karya beliau banyak dikenal dengan sebutan Van Zuylen Bouquet. Entah kenapa Batik karya Eliza Van Zuylen merupakan Batik yang sampai saat ini masih dicari, Rasa penasaran saya pun muncul, kira-kira apa yang menjadi keunggulan dari Batik karya Eliza Van Zuylen. Saya berupaya untuk mencari di berbagai situs web serta referensi-referensi lainnya. Kebetulan saya Orang Pekalongan, tentunya saya juga sangat ingin tahu seberapa besar pengaruh Eliza Van Zuylen pada saat itu di Pekalongan.

Gayung bersambut, Pekalongan memiliki Museum Batik yang menyimpan berbagai macam koleksi Batik di seluruh Nusantara. Museum Batik  diresmikan pada tahun 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertepatan dengan diakuinya Batik sebagai warisan budaya tak benda oleh Unesco di Kota Pekalongan. Dan ternyata di Museum Batik menyimpan koleksi karya Eliza Van Zuylen.

Museum Batik Indonesia di Kota Pekalongan
Museum Batik Indonesia di Kota Pekalongan

Langkah saya terhenti ketika melihat salah satu kain sarung karya Eliza Van Zuylen disalah satu ruang pamer di Museum Batik Indonesia, Pekalongan. Jiwa ini terasa takjub, matapun tak dapat berkedip melihat sebuah karya yang begitu luar biasa. Benar saja motif yang saya lihat ini merupakan motif buketan dengan gambar bunga-bunga serta dikombinasikan dengan gambar burung. Ini hanya satu dari berbagai koleksi yang saya lihat, namun keindahan karya ini seakan tidak mampu saya ungkapkan dalam kata. Sungguh sebuah karya yang luar biasa dari seorang Eliza Van Zuylen.

Ruang Pamer Batik Indo Eropa di Museum Batik
Ruang Pamer Batik Indo Eropa di Museum Batik
Koleksi Kain Batik Karya Eliza Van Zuylen
Koleksi Kain Batik Karya Eliza Van Zuylen

Ada satu hal yang mencirikan Batik karya Eliza Van Zuylen, yaitu adanya tanda tangan dengan menggunakan tinta emas. Batik karya  Eliza van Zuylen pada saat itu diakui sebagai puncak karya cipta pengusaha batik Belanda. Batik karya Eliza van Zuylen memiliki tingkat kerumitan dalam hal ragam hias yang sangat detail serta keanekaragaman warna yang cukup banyak.

Salah satu Tanda Pada Kain Batik terdapat tulisan tangan Eliza Van Zuylen
Salah satu Tanda Pada Kain Batik terdapat tulisan tangan Eliza Van Zuylen

Seakan ingin tahu lebih lanjut mengenai Eliza Van Zuylen, saya mencoba mencari referensi di perpustakaan Museum Batik. Saya sangat terbantu sekali ternyata di Museum tidak hanya menampilkan koleksi batik namun juga ada perpustakaan yang menyimpan berbagai koleksi buku mengenai batik.

Berbagai Macam Koleksi Buku Mengenai Batik Di Perpustakaan Museum Batik Indonesia, Pekalongan
Berbagai Macam Koleksi Buku Mengenai Batik Di Perpustakaan Museum Batik Indonesia, Pekalongan

Dengan dibantu seorang guide, mas Fajar namanya beliau memberikan kepada saya mengenai Buku Batik Belanda karya Harmen C Veldhuisen, dimana salah satu isi dari buku tersebut mengulas mengenai Eliza Van Zuylen. Benar saja jika karya Eliza Van Zuylen merupakan karya yang begitu indah, kreatifitas Eliza Van Zuylen dalam memproduksi batik seakan tidak pernah berhenti pada saat itu. Eliza van Zuylen melakukan berbagai pengembangan motif dengan mengakulturasi berbagai unsur  budaya seperti Arab dan Tionghoa. Pada saat itu di Pekalongan etnis Arab dan Tionghoa cukup banyak berdatangan dengan membawa keragaman budaya masing-masing. Keberagaman unsur kebudayaan tionghoa terlihat pada munculnya corak teratai, burung merak.

Buku Batik Belanda Karya Harmen C Veldhuisen
Buku Batik Belanda Karya Harmen C Veldhuisen
Berbagai macam motif batik karya Eliza Van Zuylen terdokumentasikan di Buku Batik Belanda Karya Harmen C Veldhuisen
Berbagai macam motif batik karya Eliza Van Zuylen terdokumentasikan di Buku Batik Belanda Karya Harmen C Veldhuisen

Rasa penasaran saya tidak hanya berhenti pada sebuah kain karya Eliza van Zuylen, namun saya juga ingin mengetahui seberapa besar peran Eliza van Zuylen  pada saat itu di Pekalongan. Kali ini saya mencoba menggali dari seorang Pegiat Sejarah di Kota Pekalongan, beliau adalah Bapak @Arif_Dirhamzah. Dari beliau saya mendapat cerita bahwa Eliza van Zuylen dulu merupakan salah satu warga belanda yang mempunyai pengaruh dalam dunia perbatikan. Eliza van Zuylen memproduksi batik di rumahnya didaerah Bugisan yang kemudian berpindah ke Herenstraat  yang merupakan jalan ibukota pada waktu itu, saat ini kawasan Herenstraat sudah berubah menjadi kawasan perdagangan dan perkantoran, sehingga sangat susah untuk mencari jejak Eliza van Zuylen.

“ Eliza Van Zuylen memulai usaha pada tahun 1890 dengan memperkerjakan tiga wanita pembatik sebagai tenaga kerja tetap. Pada tahun 1904 pekarangan rumahnya di Bugisan sudah menjadi terlalu sempit untuk menampung jumlah pembatik yang semakin bertambah. Rumah tempat tinggal juga sudah terlalu kecil untuk keluarganya. Berkat penghasilan yang diperolehnya Eliza Van Zuylen berpindah ke Herenstraat “(Kutipan Buku Batik Belanda Karya Harmen C Veldhuisen)

Dari Bapak @Arif_Dirhamzah saya ditunjukkan bahwa Eliza van Zuylen Eliza meninggal pada masa Agresi militer Belanda kedua tahun 1947 di di sebuah biara di daerah Wonopringgo. Beliau di makamkan di Kerkoof Pekalongan, sebuah makam yang dikhususkan untuk orang-orang belanda pada saat itu.

Foto bersama Bapak @Arif_Dirhamzah (Berpeci Hitam)
Foto bersama Bapak @Arif_Dirhamzah (Berpeci Hitam) seorang pegiat sejarah pekalongan

Bersama Bapak @Arif_Dirhamzah saya diajak ke makam Kerkoff, dan ternyata disana pun kuburan sudah sebagian besar berubah menjadi kawasan permukiman, Saya tidak dapat melihat jejak makam dari Eliza van Zuylen, begitupula ketika kami mencoba bertanya ke masyarakat bahwa sudah tidak ada lagi data mengenai nama-nama yang dimakamkan disana. Sebuah fakta sejarah yang hilang ditelan waktu,

Eliza van Zuylen merupakan seorang maestro Batik yang patut untuk kita ketahui, berbagai karya beliau merupakan sebuah karya yang patut untuk dilestarikan. Tidak salah jika banyak orang yang bersedia mengeluarkan biaya besar untuk membeli karya dari Eliza van Zuylen. Jika kita lihat Eliza van Zuylen hanya memproduksi sebuah kain, namun dari kain itu ternyata mampu memberikan sebuah filosofis keberagaman.

” Ditangan Eliza Van Zuylen Keragaman Budaya menjadi sebuah Karya dalam

selembar Kain Batik”.

Eliza van Zuylen mampu mengkombinasikan unsur budaya Arab, Tionghoa dan Pribumi dalam sebuah kain batik. Tentunya ini menjadi pesan bagi kita agar dalam kehidupan di dunia senantiasa kita menjaga keberagaman tersebut, meskipun kita berbeda etnis, berbeda agama namun tidak menjadi jarak bagi kita untuk menjalin persaudaraan yang kuat.

Terimakasih Eliza Charlotta Niessen atau Eliza Van Zuylen, karyamu merupakan sebuah produk budaya yang mampu memberikan kontribusi besar dalam dunia perbatikan. Meski hanya dengan selembar kain, namun sangat berpengaruh dalam kondisi sosial masyarakat di Indonesia. Sebagai generasi penerus tentunya menjadi kewajiban bagi kita untuk terus melestarikan budaya bangsa dan tidak lupa akan sejarah bangsa kita. Sebuah perjalanan mencari wawasan sejarah mengenai sebuah kain batik karya Eliza Van Zuylen menambah pengetahuan bagi saya akan kekayaan Batik di Indonesia karena tidak hanya pengrajin batik dalam negeri saja namun ternyata ada pembatik luar negeri pada jaman dulu yang mempunyai pengaruh besar dalam perkembangan motif batik hingga saat ini.

Bagi kamu yang ingin melihat koleksi Batik karya Eliza Van Zuylen bisa dilihat di Museum Batik Indonesia di Kota Pekalongan yang berada di Kawasan Budaya Jetayu Kota Pekalongan.

Postingan ini diikutsertakan dalam kompetisi blog #KainDanPerjalanan yang diselenggarakan Wego

Ceritakan kisahmu mengenai kain pada lomba #KainDanPerjalanan Wego. Informasi lebih lanjut di Sini

Iklan

3 pemikiran pada “Eliza Van Zuylen, Sang Maestro Batik Indo Eropa

  1. Keluarga kami memiliki beberapa batik karya Elisa Van Zeylen, warisan dari Oma kami.
    Bisa dilihat di Instagram #antiquebatik
    #batikkuno

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s